Adab-adab Berbicara Bag.3

3. Menjauhi perbuatan ghibah.

Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian  kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Peneriman taubat lagi Maha Penyayang. Qs. Al Hujuraat 12.

4. Tidak menyampaikan sesuatu yang didengar demi menjaga persatuan umat.

Maksudnya tidak menyampaikan setiap apa yang didengar, karena kebiasaan ini akan menjatuhkan diri ke dalam kedustaan. Atau justru ketika dirinya mendengar suatu perkataan lalu disampaikan kepada orang justru yang terjadi malah munculnya kesalah fahaman yang mengakibatkan terjadinya perpecahan di tengah-tengah umat.

menjauhi perbuatan ghibah

عَنْ أَبِى هُـرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ النَّـبِـيَّ صلى الله عليه و سلم قَالَ: كَـفَى بِالْـمَرْءِ كَـذِبًـا أَنْ يَـتَـحَدَّثَ بِـكُـلِّ مَ سَـمِعَ.

Dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu, sesungguhnya Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Cukuplah seseorang itu dikatakan sebagai pendusta ketika dia menyampaikan setiap apa yang dia dengar”. Diriwayatkan Muslim dan Abu Daud. 

5. Menjauhkan diri dari sikap menyombongkan diri.

Yakni menjauhi sikap menyombongkan diri (berhias diri) dengan sesuatu yang tidak ada/dimiliki dengan tujuan membanggakan diri dihadapan manusia.

عَنْ عَـائِشَةَ -رضي الله عنها- أَنَّ امْرَأَةً قَالَتْ: يَارَسُوْلَ اللهِ، أَقُـوْلُ إِنَّ زَوْجِـى أَعْطَانِى مَا لَمْ يُـعْطِـنِى؟ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: “الْمُـتُـشَـبِّـعُ بِـمَا لَمْ يُـعْطَ كَـلَابِسِ ثَـوْبِى زُوْرٍ”.

Dari ‘Aisyah radliyallahu ‘anhuma, ada seorang wanita yang mengatakan, “Wahai Rasulullah, aku mengatakan bahwa suamiku memberikan sesuatu kepadaku yang sebenarnya tidak diberikannya”. 

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Orang yang merasa memiliki sesuatu yang dia tidak berikan, seperti orang yang memakai dua pakaian kedustaan”. Muttafaqun ‘alaihi.

6. Senantiasa berdzikir di setiap waktu dan keadaan.

Dengan selalu membiasakan diri untuk selalu berdikir pada setap saat dan setiap waktu maka akan memberikan efek positif bagi diri sendiri. Yakni, setidaknya, akan memberikan warna positif pad kejiwaannya. 

Adapun dzikir sendiri tidak memerlukan waktu-waktu dan tempat-tempat tertentu; seperi harus di masjid, misalnya. Tidak. Tetapi di mana saja. Misal, ketika berdagang, sambil menunggu pembeli maka bisa dimanfaatkan waktu menunggunya itu dengan berdzikir. Kecuali ketika berada di toilet.

Firman Allah Ta’ala, “(Yiatu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring,,,”. Qs. Ali Imran 191.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button