Tanda-Tanda Kiamat Yang Belum Pernah Terjadi Bag.12
Aqidah (keyakinan) tentang imam Mahdi menurut setiap kelompok (firqoh).
Mencermati tentang imam Mahdi ternyata unik. Sebab beberapa kelompok firqoh dari ‘kaum muslimin’ terjadi perselisihan mengenai imam Mahdi ini. Setidaknya dari kelompok ahlus sunnah dan syi’ah.

1. Ahlus sunnah.
Mengenai imam Mahdi, aqidah ahlus sunnah wal jamaah menerima apa adanya tentang imam Mahdi sesuai dengan hadits-hadits shahih yang telah riwayatkan oleh para imam hadits.
Ibnu Khaldun berkata, “Ketahuilah bahwa yang masyhur di kalangan di semua orang (ulama) Islam di sepanjang masa adalah bahwa di akhir zaman (kelak) akan muncul seorang laki-laki dari ahli bait. Dia menjunjung agama, menegakkan keadilan dan diikuti kaum muslimin serta menguasai seluruh pemerintahan Islam. Dia bernama Mahdi.
Lalu akan keluar(lah) Dajjal dan setelahnya sebagai tanda dari salah satu tanda-tanda hari Kiamat yang telah ditetapkan dalam hadits-hadits shahih.
Kemudian Isa alaihi salam akan turun setelahnya dan (akan) membunuh Dajjal atau kelompok penolongnya akan turun bersamaan dengan turunya Isa gunamembantu membunuh Dajjal lalu menyempurnakan (bersyahadat) dengan Mahdi dan shalat (bersamanya)”. Muqaddimah karya Ibnu Khaldun, hal. 555.
Syi’ah.
Adapun versi aqidah syi’ah maka ini sangat berbeda dengan aqidahnya ahlus sunnah wal jamaah dalam meyakini tentang imam Mahdi ini. Sebab mereka meyakini bahwa imam Mahdi adalah imam terakhir dari imam-imam mereka. Dia adalah imam kedua belas yang dipanggil dengan nama Muhammad bin Hasan Al Askari. Yaitu menurut mereka bahwa Muhammad bin Hasan ini keturunan dari Husain bin Ali, bukan dari keturunan Hasan.
Mereka berkeyakinan bahwa imam Mahdi sudah ada sejak dahulu dan hingga saat ini imam Mahdi (versi syi’ah rafidhah) masih dalam persembunyian di bawah tanah sejak tahun 260 hijriyah atau lebih dari 1178 tahun.
Ketika masuk ke tempat persembunyiannya imam Mahdi berusia lima tahun dan hidup di tempat persembunyiannya di bawah tanah sejak usia tersebut hingga kini. Dan mereka meyakini bahwa imam Mahdi tidak mati walaupun sudah berusia lebih dari seribu tahun.
Mereka meyakini juga bahwa imam Mahdi(nya mereka) hidup dan senantiasa memantau perkembangan global akan tetapi manusia tidak merasakan keberadaannya.
Jelas keyakinan seperti ini sangat tidak masuk akal dan di luar dari bimbingan dalil, baik Al Qur’an maupun As Sunnah An Nabawiyah. Jadi masihkah percaya dengan aqidahnya mereka? Bukankah syi’ah termasuk dari firqoh sesat?
Wallahu a’lam.
Oleh: Abu Ibrahim
Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

