Tanda-Tanda Hari Kiamat Yang Pernah Terjadi Dan Sering Terjadi Bag.17
7. Orang-orang yang memperebutkan umat Islam.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Hampir saja para umat (yang kafir dan sesat) mengerumuni kalian dari berbagai penjuru. Sebagaimana mereka berkumpul menghadapi makanan dalam piring”.

Kemudian ada seorang sahabat bertanya, “Apakah kita saat itu sedikit, wahai Rasulullah?”.
Beliau menjawab, “Bahkan kalian pada saat itu banyak. Akan tetapi kalian bagai sampah yang dibawa oleh air hujan. Allah akan menghilangkan rasa takut pada hati musuh kalian dan akan menimpakan pada hatikalian (penyakit) wahn”.
Kemudian ada (lagi) sahabat yang bertanya, “Apa itu wahn?”. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam menjawab, “Cinta dunia dan takut mati”. Diriwayatkan Abu Dawut. No. 4297 dan Ahmad 5/278.
Hadits di atas pernah dipopulerkan oleh dai sejuta umat, Zainuddin MZ dalam kasetnya. Dan ternyata memang hadits ini amat sangat mengena pada kaum muslimin dewasa ini.
Bukan hanya dewasa ini melainkan sudah beberapa puluh tahun yang lalu. Ya, setidaknya terlihat terjadinya perang salib yang berjilid hingga perang dunia pertama dan kedua.
Padahal di masa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dan keempat khalifah yang pertama sama sekali orang-orang kafir tidak berani bersinggungan dengan kaum muslimin.
Sebab saat itu kaum muslimin masih ‘sehat’ dan belum terkena sindrom wahn (cinta dunia dan takut mati). Bahkan musuh saja mengatakan RUHBAANUN FIL LAILI WAL USUDUD FIN NAHAARI (menjadi rahib-rahib yang khusyu’ di malam hari, dan menjadi singa-singa yang lapar di siang hari).
Bahkan orang-orang Romawipun sempat dibuat gentar disebabkan melihat seorang mayat dari sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam selalu diusung ke medan peperangan. Bagaimana mungkin mayat bisa ikut bertempur di medan jihad? Tapi ini nyata!
Dan ternyata hal ini membuat pasukan Romawi semakin ciut nyalinya. Bayangkan, mayat saja tetap diusung untuk ikut bertempur. Namun setelah ditelisik ternyata mayat itu adalah mayatnya sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bernama Abu Ayyub Al Anshari radlilyallahu ‘anhu.
Sebelumnya beliau memang telah sakit-sakitan ketika ikut dalam peperangan menghadapi Romawi. Dan oleh para pasukan Islam, karena beliau juga sudah sepuh, maka Abu Ayyub Al Anshari hanya diperoblehkan di garda belakang. Tugasnya memberi semangat kepada pasukan Islam.
Tetapi ketika sakitnya semakin parah, beliau berwasiat jika beliau meninggal maka beliau meminta agar dikuburkan di tanah yang ditaklukkan kaum muslimin.
Nah dari situlah akhirnya jenazah Abu Ayyub Al Anshari selalu dibawa setiap kali berperang. Dan para pasukan Islam selalu bahu membahu secara bergantian memanggul jenazah sahabat yang satu ini.
Dan ketika pasukan Islam benar-benar mampu menaklukkan Romawi maka di sanalah jenazah sahabat Abu Ayyub Al Anshari radliyallahu ‘anhu dikuburkan.
Wallahu a’lam.
Oleh: Abu Ibrahim
Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

