Tanda-Tanda Hari Kiamat Yang Pernah Terjadi Dan Sering Terjadi Bag.16

Tanda-Tanda Hari Kiamat Yang Pernah Terjadi Dan Sering Terjadi Bag.16

Bila di atas telah dipaparkan tentang seorang budak yang melahirkan tuannya. Yang hari ini secara konteks tidak ada memang. Tetapi bila melihat pada prinsipnya perbudakan itu sampai saat ini masih ada dan masih berjalan. Walaupun ‘wajah’nya berbeda dengan ‘wajah’ dahulu.

Lalu bagaimana dengan lanjutan hadits, “lalu orang-orang sudah banyak yang meninggikan bangunannya. Dan ada orang miskin dan tidak bersepatu menjadi pemimpin manusia”?

budak yang melahirkan tuannya

Sebelum membahasnya alangkah lebih baiknya menyimak hadits yang semakna dengan hadits di atas, tetapi lebih bisa difahami.

Dalam Al Musnad Imam Ahmad disebutkan, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam ditanya mengenai siapakah yang dimaksud dengan para penggembala, orang-orang yang tidak memakai alas kaki (telanjang kaki) yang (selalu) dalam keadaan lapar itu?

Lalu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam menjawab singkat, “Orang Arab”. Musnad Ahmad, IV/332-334, no. 2926.

Bila melihat ke belakang, yakni sejarah semasa sebelum Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam diangkat menjadi seorang nabi dan rasul. Bukankah beliau seorang pengembala kambing? Walaupun bukan milik sendiri, tetapi milik kaumnya, orang-orang Quraisy.

Dan ternyata beliau mengembalakan kambingnya tidak hanya satu atau dua ekor melainkan puluhan ekor. Dan itu ternyata sudah menjadi kebiasaan orang-orang Arab yang pandai menggembalakan kambing hingga puluhan ekor atau bahkan bisa jadi hingga ratusan ekor. Ini sungguh luar biasa!

Tetapi apakah mungkin seorang penggembala kambing dia selalu memakai pakaian yang bagus dan bersepatu? Tentunya tidak, bukan? Mereka pasti (saat) menggembalakan kambingnya tentu memakai pakaian biasa-biasa saja atau terkadang malah terlihat lusuh dan bertelanjang kaki.

Namun kenyataannya dalam hadits disebutkan bahwa salah satu di antara tanda-tanda hari Kiamat adalah para penggembala, orang-orang yang tidak memakai alas kaki (telanjang kaki) yang (selalu) dalam keadaan lapar.

Ya, ternyata apabila mau menelisik lebih jauh setidak dapat diambil kesimpulan bahwa para penggembala kambing itu hanya seorang buruh. Yang kerjanya hanya menggembalakan kambing orang lain –baik milik satu orang atau lebih-. Walaupun mungkin ada yang memiliki ratusan ekor lalu digembalakan sendiri.

Tetapi apabila menyimak dari hadits di atas menunjukkan bahwa para penggembala kambing itu hanya sekedar menggembalakan kambing-kambinf milik orang lain.

Dan tentunya setiap harinya, saat menggembalakan kambingnya pun pasti tidak mungkin berada di tempat yang sama seperti yang kemarin melainkan ke tempat lainnya lagi. Sebab apabila selalu menggembalakannya hanya pada satu tempat saja tentu rumputnya akan habis.

Nah karena seringnya berpindah-pindah tempat itulah akhirnya si penggembala itu sering melihat bangunan-bangunan atau gedung-gedung bertingkat yang indah.

Sebagai seorang manusia tentu dia juga memiliki angan-angan ke arah sana.

Di sinilah korelasinya hadits di atas bahwa para penggembala kambing yang tidak beralas kaki dan sering lapar perutnya. Sehingga ketika mendapat kesempatan maka diapun membangun bangunan dan gedung-gedung tinggi menjulang.

Wallahu a’lam bish shawab, apakah gedung-gedung tinggi menjulang yang saat ini banyak ditemukan di Timur Tengah itu juga termasuk mewakili pada hadits di atas. Wallahu a’lam. Semuanya perlu penjelasan lebih lanjut dari para ulama.

Wallahu a’lam.

Oleh: Abu Ibrahim

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button