Tanda-Tanda Hari Kiamat Yang Pernah Terjadi Dan Sering Terjadi Bag.14

Tanda-Tanda Hari Kiamat Yang Pernah Terjadi Dan Sering Terjadi Bag.14

Rusaknya kaum muslimin.

Hah? Kaum muslimin rusak? Bagaimana ceritanya? Bukankah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam diutus (salah satunya) untuk menyempurnakan akhlak?
Sebagaimana Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda:

rusaknya kaum muslimin

إِنَّـمَا بُـعِـثْـتُ لِأُ تَـمِّـمَ مَكَـارِمَ الْأَخْـلَاقِ.

“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak.” Dengan begitu seharusnya kaum muslimin justru memiliki akhlak mulia. Sebagaimana para sahabat dahulu bukan? Lalu bagaimanakah untuk mengetahui dari ciri-ciri rusaknya kaum muslimin itu sendiri?

Ciri-ciri ruskanya akhlak (baca: kaum muslimin) sebagaimana yang telah Allah Ta’ala firmankan;

إِنَّا عَرَضْنَا الأمَانَةَ عَلَى السَّمَوَاتِ وَالأرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَنْ يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الإنْسَانُ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولا.

Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanah kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanah itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanah itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat dzalim dan amat bodoh. Qs. Al Ahzaab 72.

Ya, ciri utamanya adalah amanah. Yaitu ketika amanah sudah mulai rusak maka muamalah yang lainnya pasti akan terikut dengan sendirinya. Lihat saja hadits dari Hudzaifah radliyallahu ‘anhu ini.

Dari Hudzaifah Ibnul Yaman, dia berkata, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam menceritakan kepada kami tentang dua peristiwa yang salah satunya aku telah menyaksikan kejadiannya dan aku sedang menanti terjadinya yang kedua.

Beliau bercerita kepada kami bahwa sifat amanah turun ke dasar hati orang-orang. Kemudian diturunkanlah Al Qur’an sehingga merekapun memahami Al Qur’an dan sunnah.

Kemudian beliau bercerita kepada kami tentang diangkatnya sifat amanah. Beliau menuturkan, “Seseorang tidur sekali, lalu sifat amanah itu dicabut darinya hingga bekasnya tinggal seperti bintik-bintik. Kemudian dia tidur lagi lalu sifat amanah itu dicabut dari hatinya hingga bekasnya menjadi seperti bekas lepuhan, laksana bara api yang engkau gelindingkan ke kakimu hingga dia melepuh, sampai-sampai engkau melihatnya mengembung namun tidak ada apa-apa (sesuatu yang bermanfaat) di dalamnya”.

Kemudian beliau mengambil kerikil dan menggelindingkannya pada kakinya.“Maka orang-orangpun berjual beli, tapi tidak seorangpun yang nyaris menunaikan amanah hingga dikatakan, “Di Bani Fulan ada orang yang amanah”.

Sampai-sampai dikatakan kepada orang itu, “Alangkah sabarnya dia. Alangkah cerdiknya dia. Alangkah dewasanya dia”. Padahal sebenarnya di hatinya tidak ada seberat biji sawipun dari keimanan”.

Sungguh telah datang kepadaku satu zaman yang aku tidak peduli siapa di antara kalian yang aku berjual beli dengannya. Jika dia seorang muslim pasti agamanya akan mengembalikannya kepadaku. Dan jika dia seorang Nasrani atau Yahudi pasti penguasanya akan mengembalikannya kepadaku. Adapun hari ini aku tidak melakukan jual belil dengan kalian selain dengan fulan bin fulan”. Diriwayatkan Muslim dalam Kitaabul Iimaan, Bab Raf’ul Amanah; 1/126. Hadits no. 143.

Bisa dibayangkan, ketika amanah sudah hilang ternyata secara pelan-pelan akan rusaklah yang lainnya.

Wallahu a’lam.

Oleh: Abu Ibrahim

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button