Tanda-Tanda Hari Kiamat Yang Pernah Terjadi Dan Sering Terjadi Bag.9
Fitnah Khawarij.
Bila melihat kembali fitnah (baca; perselisihan) kaum muslimin di masa kepemimpinannya khalifah Ali bin Abi Thalib hingga terbunuhnya beliau maka akan mengetahui akar persoalan fitnah-fitnah (perpecahan) umat ke depannya.

Sebab –sebagaimana yang sudah dibahas kemarin- bahwa sejak kesyahidannya Utsman bin ‘Affan kaum muslimin di masa itu terjadi perselisihan hingga mengerucut menjadi dua kelompok pendapat. Kelompok pertama; kelompok yang pro dengan khalifah Ali bin Abi Thalib. Yakni menata kondisi negara yang sedang dilanda krisis secara umum.
Sedangkan kelompok kedua adalah kelompoknya Mu’awiyah, yang berseberangan dengan Ali bin Abi Thalib. Kelompok ini bersikeras menuntut agar mengusut tuntas siapa dalang dibalik pembunuhannya khalifah Utsman bin ‘Affan radliyallahu ‘anhu.
Dari perselisihan tersebut akhirnya meruncing hingga pengerahan pasukan.
Dan di sinilah kepemimpinan seorang khalifah Ali bin Abi Thalib benar-benar diuji dan beliau juga berhasil melewati ujian yang super pelik itu happy ending.
Bisa dibayangkan, Thalhah dan Zubair radliyallahu ‘anhuma bergabung bersama Mu’awiyah radliyallahu ‘anhu. Padahal keduanya termasuk orang yang sudah dijamin masuk surga.
Tidak tanggung-tanggung, pada waktu yang berbeda,ibunda ‘Aisyahpun juga membawa pasukan untuk memerangi Ali bin Abi Thalib.
Dan ternyata khalifah Ali bin Abi Thalib benar-benar mampu meredam perpecahan yang hampir-hampir terjadi. Yakni beliau menemui Thalhah dan Zubair pada suatu waktu dan menemui ibunda ‘Aisyah pada waktu yang lain.
Kepada mereka bertiga –walaupun waktunya berbeda- khalifah Ali mengatakan kepada mereka tentang masih ingatkah mereka bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam pernah mengatakan bahwa orang yang membunuh Ali akan masuk ke neraka?
Ternyata ketiganya teringat tentang sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dan akhirnya mereka mengurungkan niatnya untuk memerangi Ali. Nah, dari sinilah akhirnya terjadi perjanjian damai antara kubu Ali bin Abi Thalib dengan kubu Mu’awiyah bin Abi Sofyan.
Tetapi sayangnya ada sekelompok dari orang-orang yang mendukung khalifah Ali justru kecewa (karena terjadi perjanjian damai) dan akhirnya mereka menyatakan keluar dari barisannya Ali.
Nah, keluar; dalam bahasa Arab disebut خَـرَجَkharaja. kemudian setelah mereka menyatakan mundur dari barisannya khalifah Ali lalu mereka membuat kelompok tersendiri. Dan ternyata kelompok ini semakin ekstrim pemahamannya. Bahkan khalifah Ali yang dahulunya mereka bela mati-matian justru setelah mereka keluar dan membentuk sebuah kelompok sendiri malah kemudian khalifah Ali dikafirkan. Termasuk semua orang yang ikut dalam penanda tanganan perjanjian damai itu juga dikafirkan. Bahkan orang-orang yang hadir saat itu menyaksikan jalannya aksi perjanjian damaipun juga dikafirkan.
Tidak hanya itu, bahkan mereka menghalalkan darahnya khalifah Ali bin Abi Thalib dan semua orang yang hadir di sana waktu itu. Termasuk ibunda ‘Aisyahpun dikafirkan. Sebab beliau tidak jadi memerangi khalifah Ali.Kelompok itulah yang disebut sebagai kelompok khawarij. Yaknikelompok yang keluar dari barisannya khalifah Ali (padahal dahulu pendukung setia) dan kemudian malah justru pemahannya semakin keras lagi ekstrim yang justru tidak mencerminkan jiwa-jjiwa keislamannya.
Wallahu a’lam.
Oleh: Abu Ibrahim
Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

