Tanda-Tanda Hari Kiamat Yang Pernah Terjadi Dan Sering Terjadi Bag.8

Tanda-Tanda Hari Kiamat Yang Pernah Terjadi Dan Sering Terjadi Bag.8

Kalau kemarin sudah disebutkan tentang peringatan dari berbagai fitnah, maka berikut ini akan sedikit memberi contoh dari fitnah besar yang menimpa umat Islam di akhir zaman ini.

b. Beberapa contoh dari fitnah.a

fitnah akhir zaman
  • Terbunuhnya Utsman bin ‘Affan dan perpecahan umat.

Khalifah ketiga, Utsman bin ‘Affan radliyallahu ‘anhu, adalah khalifah yang menjabat paling lama bila dibandingkan dengan dua khalifah sebelumnya. Yakni beliau menjabat selama tiga belas tahun. Semntara khalifah pertamanya, Abu Bakar Ash Shiddiq hanya menjabat selama dua tahun, sedangkan Umar bin Khaththab agak lama dari yang pertama, sepuluh tahun.

Ketiga khalifah ini diganti oleh penggantinya disebabkan udzur, meninggal dunia. Bila Abu Bakar Ash Shiddiq meninggal karena faktor usia yang sepuh. Sedangkan Umar dan Utsman karena dibunuh oleh musuh.

Hanya saja setelah khalifah Umar meninggal dunia, keadaan dalam negeri diam-diam saja dan sejuk terasa. Tetapi ketika khalifah Utsman syahid karena dibunuh lalu langsung ada penggantinya; ternyata keadaannya tidak sama seperti waktu ditikamnya khalifah Umar dan penunjukan enam kandidat agar (keenamnya bermusyawarah) untuk memilih tentang siapa yang menjadi penggati khalifah Umar.

Ternyata setelah syahidnya khalifah Utsman bin ‘Affan ini justru oleh para ulama dianggap sebagai salah satu dari tanda-tanda hari Kiamat.
Sebab sejak saat itu umat Islam setidaknya pecah menjadi dua kelompok. Kelompok yang bersama khalifah penggantinya, Ali bin Abi Thalib dan salah satu gubernurnya Ali bin Abi Thalib rasliyallahu ‘anhu sendiri, Mu’awiyah bin Abu Sofyan radliyallahu ‘anhuma.

Gubernur Mu’awiyah berpendapat perlunya mengungkap siapa dalang dibalik pembunuhannya Utsman bin ‘Affan. Sedangkan Ali bin Abi Thalib berpendapat bahwa mengungkap tentang siapa dalang dibalik pembunuhannya khalifah ketiga, Utsman bin ‘Affan, itu bisa dijalani dengan berjalannya waktu. Tetapi untuk kondisi sat itu khalifah Ali lebih memandang bahwa mengkonsolidasi umat itu jauh lebih urgen daripada penyelidikan penbunuhan Utsman.

Dari dua perselisihan pendapat inilah akhirnya umatpun –mau tidak mau- terbawa untuk ikut memihak; khalifah Ali bin Abi Thalib ataukah Mu’awiyah bin Abi Sofyan. Yang keduanya sama-sama sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Yang apabila dirunut maka keduanya pun masih ada hubungan persaudaraan. Yakni Ali bin Abi Thalib sebagai menantu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam, sedangkan Mu’awiyah bin Abi Sofyan adalah saudara ipar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam.

Walhasil umatpun terpecah menjadi dua; sebagian memihak kepada Ali dan sebagian lainnya berpihak kepada Mu’awiyah.
Walaupun begitu sebenarnya Ali bin Abi Thalib telah menyelesaikan tugasnya sebagai seorang khalifah dengan kemampuannya mengembalikan persatuan dankesatuan umat. Meskipun nyawanya beliau sebagai tebusannya.

Yaitu dengan terjadinya perjanjian damai antara kelompok Ali bin Abi Thalib dengan kelompok Mu’awiyah. Dan seusai penanda tanganan perjanjian damai tersebut justru ada sekelompok orang yang tidak rela dengan perjanjian damai tersebut. Lalu mereka memanah orang-orang yang melakukan perjanjian damai itu.

Dan Ali adalah salah satu dari orang yang terkena panah dari orang yang tidak menginginkan adanya perjanjian damai tersebut.
Kelompok inilah yang di kemudian disebut kelompok khawarij.

Wallahu a’lam.

Oleh: Abu Ibrahim

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button