Nasehat Kematian Bag.3
Mengingat kematian untuk memperbaiki jiwa.
Sungguh tidak hanya sekali atau dua kali Allah Ta’ala mengingatkan hambaNya tentang kematian. Lihat saja di antaranya pada ayat-ayat berikut ini;

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ.
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Qs. Al Hasyr 18.
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلا مَتَاعُ الْغُرُورِ. لَتُبْلَوُنَّ فِي أَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ،،،
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.
Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Qs. Ali Imran 185. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam sendiri juga sering mengingatkan tentang kematian. Di antaranya;
أَكْـثِرُوْا ذِكْـرَ هَاذِمِ اللَّـذَّاتِ (الْمَـوْتَ). فَـإِنَّـهُ لَمْ يَـذْكُـرُهُ فِي ضَـيِّقِ مِنَ الْـعِـيْشِ إِلَّا وَسَّـعَهُ عَلَـيْهِ، وَلَا ذُكِـرَهُ فِي سِـعّضةِ إِلّا ضَـيّقَـهَا.
Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan; yaitu kematian. Karena sesungguhnya tidaklah seseorang mengingatnya ketika dalam keadaan kesempitan hidup, melainkan dia akan melapangkannya.
Dan tidaklah seseorang mengingatnya ketika dalam keadaan lapang melainkan dia akan menyempitkannya”. Diriwayatkan Ibnu Hibban dan dishahihkan di dalam kitab SHAHIHUL JAAMI’.
Pada hadits lain disebutkan; dari Abdullah bin Umar radliyallahu ‘anhuma bercerita, “Aku pernah bersama Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam, lalu datang seorang laki-laki dari kaum Anshar mengucapkan salam kepada nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa salam lalu bertanya, “Wahai Rasulullah, orang beriman yang seperti apakah yang paling baik?”.
Lalu Rasulullah menjawab, “Yang paling baik akhlaknya”. Lalu orang ini bertanya lagi, “Lalu orang beriman yang seperti apa yang paling berakal (cerdas)?”.Rasulullah menjawab lagi, “Yang paling banyak mengingat kematian dan paling baik persiapannya (untuk) setelah kematian, merekalah yang berakal”.
Diriwayatkan Ibnu Hibban dan dishahihkan dalam kitab SHAHIH IBNU MAJAH.Para ulama salaf juga banyak yang mengingatkan tentang kematian. Di antaranya Ad Daqqaq rahimahullah, katanya, “Barangsiapa yang banyak kematian maka dia akan dimuliakan dengan tiga hal; bersegera bertaubat, puas hati (qana’ah) dan semangat beribadah.
Dan barangsiapa yang lupa dengan kematian maka dia akan diberi hukuman dengan tiga hal; suka menunda-nunda taubat, tidak ridha dengan keadaan dan malas beribadah”. Lihat kitab AT TADZKIRAH FII AHWAL AL MAUTA WA UMUR AL AKHIRAH, karya imam Qurthubi.
Wallahu a’lam.
Oleh: Abu Ibrahim
Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

