Perjalanan Kematian Bag.29
Sifat nikmat dan adzab kubur.
Alam kubur adalah tangga awal dari proses menuju alam akhirat. Oleh karena itu di alam kubur inilah akan diawalinya proses setiap manusia akan mendapatkan kenikmatan ataupun adzab/siksa.

Tetapi mengenai sifatnya ternyata masih saja ada orang-orang yang berbeda pendapat dalam hal ini. Lalu bagaimana sebenarnya?
Barra’ bin ‘Azib radliyallahu ‘anhu pernah menceritakan bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam mengatakan bahwa malaikat akan mengajukan sejumlah pertanyaan kepada (mayat) orang mukmin di dalam kuburnya lalu dijawabnya dengan baik semua pertanyaannya. Kemudian terdengarlah suara panggilan dari langit, “Sesungguhnya benarlah apa yang dikatakan hambaKu. Maka bentangkanlah permadani untuknya di surga, pakaikanlah dia dengan pakaian dari surga, bukakanlah baginya pintu-pintu menuju surga”.
Kemudian Rasulullah melanjutkan, “Maka didatangkanlah kepadanya wewangian dari surga dan diluaskanlah kuburannya seluas mata memandang”.
Pada riwayat lain yang semisal disebutkan bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Datanglah (makhluk) dengan wajah berseri-seri, pakaian yang indah dan dengan bau wewangian yang enak menusuk hidung”. Kemudian terdengar suara dari langit, “Berilah kabar gembira yang membuatnya senang {berilah kabar gembira dengan keridlaan Allah dan surga-surga yang menyenangkan sebagai tempat tinggal}. Inilah hari (kebahagiaan)mu yang telah Aku janjikan kepadamu”.
Kemudian Allah berfirman kepada makhluk yang datang dengan wajah berseri-seri, pakaian yang indah dan dengan bau wewangian, “{adapun kamu, maka kedatanganmu menggambarkan kabar gembira dan kebaikan}”. Si penghuni kubur bertanya, “Siapa kamu? Kamu datang dengan wajah yang berseri-seri?”.
Maka makhluk yang datang dengan wajah berseri-seri itu menjawab, “Aku adalah amal shalihmu dahulu saat di dunia”.
Si penghuni kubur itu berkata, “Demi Allah, saya tidak berbuat amal shalih kecuali saya akan melaksanakannya secepat mungkin karena diiringi rasa ketaatan saya kepada Allah, dan saya sangat lambat dalam bermaksiat kepada Allah. Maka saya ucapkan jazaakallahu khairan”.
Kemudian si penghuni kubur itu dibukakan pintu surga dan pintu neraka. Lalu terdengarlah suara yang mengatakan, “Di sinilah tempat tinggalmu jikalau kamu bermaksiat kepada Allah, (tetapi) Allah menggantikanmu dengan ini”.
Maka si penghuni kubur itu melihat segala yang ada di surga. Maka segeralah si penghuni kubur itu berkata (berdoa), “Wahai Robb, segerakanlah hari Kiamat itu tiba. Saya sudah tidak sabar ingin menghuni dan memilikinya”. Dalam riwayat disebutkan, “Saya ingin segera tinggali surga Saya”.
Tetapi hal itu sangat jauh berbeda dengan akan dialami orang-orang kafir.
Kalau orang-orang mukmin begitu antusiasnya para penduduk langit dalam menyambut, juga makhluk yang berseri-seri, pakaian yang indah serta memakai wewangian yang sangat enak dihirup hidung. Maka bagi orang-orang kafir justru hanya menolakan dari penduduk langit. Lalu si penghuni kubur tidak bisa menjawab semua pertanyaan dari dua malaikat Munkar dan Nakir.
Maka makhluk yang datang kepadanya adalah makhluk yang hitam pekat, bau busuk dan menyeramkan. Lalu dia langsung mendapatkan sikssaan yang luar biasa. Kemudian dia berdoa agar hari Kiamat ditunda saja.
Kenapa? Sebab dia tahu betapa akan sengsaranya kelak dia di neraka. Na’udzubillahi min dzalik.
Wallahu a’lam.
Oleh: Abu Ibrahim
Lanjutan: Perjalanan Kematian Bag.30
Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

