Perjalanan Kematian Bag.18
Sebab-sebab mati su’ul khatimah (C).
- Tidak istiqamah.
Istiqamah, hanya satu kata tetapi mengandung makna yang sangat dalam. Ya, secara umum istiqamah bermakna; tetap berada di jalan yang lurus dan konsisten dalam kebenaran (Al Haq).
Dalam Al Qur’an Allah Ta’ala telah berjanji kepada orang-orang yang istiqamah.
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنزلُ عَلَيْهِمُ الْمَلائِكَةُ أَلا تَخَافُوا وَلا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ.
Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”. Qs. Fushshilat 30.
Tetapi ternyata istiqamah itu sangat sulit dan berat. Makanya Allah Ta’ala menjanjikan bantuanNya dengan meneguhkan pendiriannya serta para malaikat akan turun membersamai mereka. Selain itu Allah juga telah menjanjikan surga pada terminal akhirnya kelak.

Apalagi di zaman seperti sekarang ini. Berbagai godaan sangat banyak. Mulai dari yang keras hingga yang lembut. Baik yang berpihak pada dirinya maupun yang sebaliknya.
Terlebih apabila berada di lahan yang sangat basah. Setan sangat pandai sekali menggodanya, kecuali manusia yang mendapat rahmat Allah. Sebagaimana yang telah dialami salah seorang sahabat pada zaman khalifah Umar Ibnul Khaththab radliyallahu ‘anhu.
Sahabat ini pulang ke Madinah sambil membawa stempel kegubernurannya lalu diserahkan kepada Umar bin Khaththab seraya berkata bahwa jangan lagi amanah kegubernuran itu diserahkan kepadanya. Sebab jabatan itu ibarat seorang gadis cantik telanjang yang menari-nari. Maka hampir semua orang pasti akan terpesona dan terpikat dengannya.
Ya, sahabat itu meletakkan jabatannya bukan karena tidak sejalan dengan khalifah Umar akan tetapi beliau meletakkan jabatannya karena takut terhadap godaan jabatan yang diembannya. Itu artinya bahwa beliau tidak ingin imannya tergadai hanya karena jabatan.
Bukankah di sana seringnya setan menggoda manusia agar labil lalu tidak lagi istiqamah dalam agamanya?
Padahal setelah manusia itu tergelincir dari agamanya sehingga tidak lagi istiqamah pada agamanya maka setanpun akan berlepas tangan kelak di akhirat.
فَكَانَ عَاقِبَتَهُمَا أَنَّهُمَا فِي النَّارِ خَالِدَيْنِ فِيهَا وَذَلِكَ جَزَاءُ الظَّالِمِينَ.
Maka adalah kesudahan keduanya, bahwa sesungguhnya keduanya (masuk) ke dalam neraka, mereka kekal di dalamnya. Demikianlah balasan orang-orang yang dzalim. Qs. Al Hasyr 17.
Lebih tragis lagi seperti yang diceritakan Allah dalam surat Al Anfaal mengenai dua pasukan (muslim dan kafir). Setelah ada orang Islam yang berada di fihak kafir lalu setan mengetahui adanya malaikat yang berada pada pasukan Islam. Sehingga hal itu bisa dipastikan kalau pasukan Islam akan menang setanpun berlepas diri dari urusan mereka.
وَإِذْ زَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ وَقَالَ لا غَالِبَ لَكُمُ الْيَوْمَ مِنَ النَّاسِ وَإِنِّي جَارٌ لَكُمْ فَلَمَّا تَرَاءَتِ الْفِئَتَانِ نَكَصَ عَلَى عَقِبَيْهِ وَقَالَ إِنِّي بَرِيءٌ مِنْكُمْ إِنِّي أَرَى مَا لا تَرَوْنَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ وَاللَّهُ شَدِيدُ الْعِقَابِ.
Dan ketika syaitan menjadikan mereka memandang baik pekerjaan mereka dan mengatakan: “Tidak ada seorang manusia pun yang dapat menang terhadap kamu pada hari ini, dan sesungguhnya saya ini adalah pelindungmu”. Maka tatkala kedua pasukan itu telah dapat saling lihat melihat (berhadapan), syaitan itu balik ke belakang seraya berkata: “Sesungguhnya saya berlepas diri daripada kamu; sesungguhnya saya dapat melihat apa yang kamu sekalian tidak dapat melihat; sesungguhnya saya takut kepada Allah”. Dan Allah sangat keras siksa-Nya. Qs. Al Anfaal 48.
Intinya bahwa setan tidak ingin manusia beriman itu istiqamah. Tujuannya? Agar mereka kelak meninggalnya dalam kondisi su’ul khatimah. Na’udzubillah.
Wallahu a’lam.
Oleh: Abu Ibrahim
Lanjutan: Perjalanan Kematian Bag.19
Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

