Perjalanan Kematian Bag.4
Kematian kecil (shughra) dan kematian besar (kubra).
Kematian kecil atau sering juga disebut mati sementara. Sedangkan kematian besar adalah kematian yang sesungguhnya. Para ulama mengatakan bahwa tidur adalah suatu kematian kecil. Jadi tidur adalah kematian sedangkan ketika bangun tidur maka disebut kebangkitan dari tidur.

وَهُوَ الَّذِي يَتَوَفَّاكُمْ بِاللَّيْلِ وَيَعْلَمُ مَا جَرَحْتُمْ بِالنَّهَارِ ثُمَّ يَبْعَثُكُمْ فِيهِ،
Dan Dialah yang menidurkan kamu di malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan pada siang hari, kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umur (mu) yang telah ditentukan. Qs. Al An’aam 60.
Para ulama mengatakan bahwa di saat tidur ruh manusia tetap dalam genggaman Allah Ta’ala. Sehingga apabila Allah berkehendak maka tidurnya bisa akan keterusan (meninggal) dan apabila Allah juga berkehendak lain maka Allah kembalikan ruhnya ke jasadnya.
Sehingga manusia itu bisa kembali hidup dengan ditandai orang tersebut bisa bangun dari tidurnya.
اللَّهُ يَتَوَفَّى الأنْفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَى عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الأخْرَى إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى،
Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Qs. Az Zumar 42.
Jadi apabila ada orang yang mengatakan bahwa dirinya telah bermimpi ketika tidur maka sesungguhnya ruhnya orang yang bermimpi itu masih beratu dengan tubuhnya tetapi tetap dalam genggaman Allah Ta’ala. Atau ada yang mengatakan bahwa di saat bermimpi itu ruhnya dan jasadnya tidak sinkron.
Sehingga (terkadang) dalam mimpinya ada seseorang yang mendapatkan sesuatu tetapi tidak bia menikmatinya. Atau ada yang seperti dikejar-kejar binatang buas.
Padahal sebenarnya dia ingin menghindar tetapi kenyataannya dia tidak bisa untuk menghindarinya. Dan sebagainya. Kenapa hal itu bisa terjadi? Sebab hal itu tidak sinkron antara jasadnya dan ruhnya.
Lalu ketika orang itu sudah terbangun dari tidurnya dan dia menyadari bahwa ternyata kondisi yang sebenarnya tidak demikian (seperti dikejar-kejar binatang buas atau yang sejenisnya). Maka sesungguhnya dia telah Allah bersatukan kembali antara ruh dan jasadnya.
Maka di sinilah makna اللَّهُ يَتَوَفَّى الأنْفُسَ حِينَ مَوْتِهَا (Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya). Dan dari penggalan ayat ini menunjukkan bahwa Allah Ta’ala telah memegang kendali ruh setiap manusia di saat kematiannya (tidur).
Adapun ketika nanti manusia itu bisa bangun kembali dari tidurnya maka benarlah Allah dengan firmanNya اللَّهُ يَتَوَفَّى الأنْفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا (Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya).
Namun ketika ada seseorang yang tidur lalu keterusan meninggal maka hal itu juga sesuai firman Allah Ta’ala, yakni Allah tetap memegang kendali ruhnya اللَّهُ يَتَوَفَّى الأنْفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَى عَلَيْهَا الْمَوْتَ (Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya).
Maka bertaubatlah ketika hendak menuju ke tempat pembaringan. Agar ketika ternyata Allah mematikan kita di saat tidur, posisi kita sudah bertaubat.
Wallahu a’lam.
Oleh: Abu Ibrahim
Lanjutan: Peralanan Kematian Bag.5
Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

