Mencari Muka

Mencari Muka

Sering terdengar di tengah-tengah masyarakat istilah kata caper ataupun carmuk. Caper bermakna cari perhatian sedangkan carmuk bermakna cari muka. Kedua istilah ini biasanya dikonotasikan kepada hal-hal yang bersifat buruk bagi orang yang disematkan padanya (baik caper maupun carmuk).

Sehingga orang semacam ini justru sering mendapatkan cibiran di tengah kalangan masyarakatnya. Sebab orang-orang semacam ini setiapkali melakukan suatu tindakan atau amal seringnya ingin agar amalannya dilihat oleh orang banyak.

cari muka

Nah karena amalannya selalu ingin dilihat orang lain maka (biasanya) amalannya (terutama) yang berikaitan dengan keuangan dan keharta bendaan. Dia pasti akan menunda-nunda untuk dikeluarkan. Kecuali apabila ada orang-orang yang sekiranya nanti melihat dirinya ketika dia mengeluarkan (infak/sumbangan) lalu orang-orang yang melihat itu memujinya.

Makanya dalam Islam hal seperti itu dilarang keras. Sebab hal itu selain akan merusak amalannya, orangnya sendiri juga nanti bisa terjatuh ke dalam kubangan syirik kecil.

Lalu bagaimana caranya agar amalannya bisa diterima Allah Ta’ala?

Untuk orang-orang yang bermodel seperti ini maka (setidaknya) ada dua yang perlu diperhatikan:

  • Hendaklah meluruskan niatnya. Sebab dengan niat yang lurus hanya karena Allah maka amalannya (insya Allah) akan Allah tulis sebagai amal shalih).
  • Boleh mencari muka. Asal buka mencari muka dihadapan manusia melainkan mencari muka dihadapan Allah Ta’ala.

Kok bisa? Iya bisa. Bukankah Allah Ta’ala pernah memuji sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam yang bernama Shuhaib bin Sinan Ar Rumi?

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْرِي نَفْسَهُ ابْتِغَاءَ مَرْضَاةِ اللَّهِ وَاللَّهُ رَءُوفٌ بِالْعِبَادِ

Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya. Qs. Al Baqarah 207.

Ibnu Abbas, Anas bin Malik dan Sa’id bin Musayyab mengatakan bahwa ayat ini turun karena memuji Shuhain bin Sinan Ar Rumi.

Waktu itu kaum muslimin sudah banyak yang berhijrah ke Madinah Al Munawwarah. Nah saat giliran Shuhaib bin Sinan Ar Rumi ini hendak keluar kota Makkah tahu-tahu Shuhaib dihadang sekawanan gerombolan musyrikin Quraisy.

Mengetahui dirinya terancam maka Shuhaibpun langsung memasang kuda-kuda dengan anak panah sudah terpasang di busurnya. Tinggal melepaskannya saja maka musuh yang ada di depannya pasti akan kena lemparan anak panahnya.

Lalu perwakilan dari musyrikin Quraisy mengatakan bahwa dahulu Shuhaib datang ke Makkah dalam kondisi miskin. Kemudian Shuhaib di Makkah berdagang an berhasil. Maka kian hari kekayaannya pun semakin melimpah.

Kemudian setelah keislamannya dan turnnya perintah untuk hijrah, maka Shuhaibpun hendak melaksanakan perintah Allah berupa hijrah ke Madinah.

Setelah semua hartanya dikemas, berangkatlah Shuhaib dengan membawa semua hartanya. Namun ketika sampai di pintu gerbang kota Makkah justru Shuhaib dihadang sekawanan kelompok musyrikin Quraisy.

Setelah dihentikan, lalu ada yang mengecek isi kontainer yang ada di atas beberapa kendaraannya. Dan setelah diketahui bahwa isi kontainer itu kebanyakan emas dan perak maka merekapun menahannya.

Lalu terjadilah pembicaraan antara Shuhaib dengan gerombolan musyrikin tadi. Dari isi pembicaraan itu terlontar bahwa jika Shuhaib hendak pergi ke Madinah dengan meninggalkan semua kekayaannya maka musyrikin tidak menghalanginya.

Akhirnya Shuhaibpun memilih opsi meninggalkan semua harta kekayaannya demi mengharap wajah (mencari muka) Allah Ta’ala.

Dan sebelum Shuhaib sampai di kota Madinah ayat ini sudah turun mendahului kedatangannya.

Wallahu a’lam.

Oleh: Abu Ibrahim

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button