Wanita Dalam Pandangan Manusia Bag.3

Wanita Dalam Pandangan Manusia Bag.3

Ketiga: Wanita dimuliakan dalam Islam

Ketika Rasulullah Muhammad shalallahu ‘alaihi wa salam memproklamirkan dirinya sebagai nabi dan rasul di bukit Soffa. Maka saat itu sebenarnya proses untuk memanusiakan wanita itu sedang berjalan.

Yaitu dengan memperlihatkan Fatimah binti Muhammad Rasulullah yang dipeluk-peluk dan dicium di depan para sahabat yang sedang bercengkerama dengan beliau.

Wanita Dalam Pandangan Manusia

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam juga membuat majlis khusus buat para sahabiyah.

Selain itu ada beberapa sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam yang sebenarnya menjunjung harkat dan martabat seorang wanita. Di antaranya:

الدُّنْـيَامَـتَاعٌ وَخَـيْرُ مَـتَعِـهَا الْمَـرْءَةُ الـصَّـالِـحَةُ

Dunia itu perhiasan. Dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah.

Jelas hadits di atas menunjukkan bahwa wanita shalihah itulah yang akan menghiasa dunia ini dengan kebaikan dan kema’rufan bukan kemungkaran. Jadi selama masih ada wanita shalihah maka tidak ada kemungkaran di atasnya. Atau setidaknya sangat sedikitlah kemungkaran itu.

Di hadits yang lain Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda:

اَلْاُمُّ مَـدْرَسَـةُ الْـكُـبْري

Seorang ibu adalah sekolahan paling besar.

Ini maknanya bahwa seorang ibu (wanita) sangat memiliki andil yang sangat besar dalam mendidik dan mewarnai anak-anaknya. Anak itu kelak apakah akan menjadi orang yang mandiri atau selalu bergantung kepada orang.

Seorang ibulah yang mewarnai karakter si anak. Sehingga bisa dilihat dalam kancah sejarah bagaimana seorang Al Khansa’ yang mampu meneguhkan pendirian putra-putranya dalam menapaki kebenaran. Sementara waktu itu sedang terjadi fitnah besar ditengah-tengah kaum muslimin.

Kebesaran seorang Imam Syafi’i juga tidak terlepas dari ‘campur tangan’ ibundanya. Termasuk Rabi’ah Al Adawiyah. Dan masih banyak lagi.

Kesemuanya karena hasil campur tangan dari seorang yang menyadari bahwa anak adalah sebuah titipan/amanah yang harus dijaga sebaik-baiknya agar kelak bisa menjaganya di akhirat.

Belum lagi ada ayat yang menguatkan:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majelis”, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Qs. Al Mujaadilah 11.

Ditambah hadits;

طَـلَبُ الْـعِـلْمِ فَـرِيْـضَةٌ عَـلَي كُـلِّ مُـسْـلِمٍ وَ مُـسلِـمَةٍ.

Menuntut ilmu itu (menjadi) kewajiban bagi setiap muslim dan muslimah.

Dari ayat dan hadits di atas jelas Islam tidak pernah mendiskreditkan kaum hawa bahkan justru mewajibkan kaum muslimin, baik laki-laki maupun perempuan, untuk mencari ilmu. Bahkan tidak sedikit dari para wanita Islam yang telah mengukir sejarah dengan ilmunya. Salah satunya ada Rufaidah, salah seorang anak wanita dari orang Anshar. Dia adalah seorang perawat muslimah di zamannya.

Tetapi anehnya sampai hari ini masih saja ada sekelompok orang yang memfitnah bahwa Islam mengekang dan memarjinalkan kaum hawa.

Wallahu a’lam.

Oleh: Abu Ibrahim

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button