Kisah Nabi Ibrahim Bag.5
Ketika Ismail sudah pasrah agar ayahnya, nabi Ibrahim melaksanakan perintah Allah maka nabi Ibrahim pun segera memberitahukan hal sama kepada istrinya, Hajar, mengenai mimpinya itu. Dan ternyata Hajarpun setali tiga uang. Hajar juga pasrah atas kehendak Allah.
Inilah keluarga muslim muwahhid (meng-ESA-kan Allah). Atau keluarga yang bertauhid. Tauhid yang bukan sekedar tauhid rububiyah dan asma’ wa sifat saja; tetapi sudah mencapai maqam tauhid uluhiyah. Yaitu tauhid yang hanya dimiliki oleh orang-orang mukmin.

Setelah nabi Ibrahim, Hajar dan Ismail sepakat untuk melaksanakan perintah Allah ini, maka keluarlah nabi Ibrahim bersama Ismail dari rumah menuju suatu tempat yang agak jauh dari rumahnya.
Namun apa yang terjadi?
Sebagaimana biasa bahwa setiap kali ada orang yang ingin melaksanakan perintah Allah Ta’ala pasti setan adalah makhluk Allah paling laknat yang amat sangat tidak suka dengan orang-orang model seperti ini. Setan pasti akan menggodanya. Baik dengan cara halus maupun kasar. Baik secara ‘ilmiah’ maupun ‘non ilmiah’. Baik secara suka rela maupun paksaan. Baik dengan cara yang ma’ruf maupun dengan cara yang mungkar, dan seterusnya.
Maka hal ini juga tidak jauh berbeda dengan nabi Ibrahim, Hajar dan Ismail.
Ketiganya digoda setan agar ketiganya mengurungkan niatnya untuk melaksanakan perintah Allah Ta’ala berupa menyembelih sang buah hatinya, Ismail.
Nabi Ibrahim digoda dengan cara seakan bahwa sebenarnya itu bukan perintah Allah Ta’ala melainkan itu bisikan dari setan. Sebab tidak akan mungkin Allah Ta’ala memerintahkan seorang rasul untuk membunuh (dengan cara menyembelih) putranya sendiri, Ismail.
Ternyata godaannya setan tidak mempan bagi nabi Ibrahim. Nabi Ibrahim justru marah dengan godaannya setan. Lalu nabi Ibrahim mengambil abtu dan melemparkannya kepada setan hingga tujuh kali.
Sementara itu Ismail digoda dengan cara Ismail dibisikkan kata-kata manis yang mengatakan bahwa sebenarnya mimpi ayahnya, nabi Ibrahim, itu hanya sekedar bungan tidur saja. Sebab tidak akan mungkin Allah menyuruh hambaNya agar menyembelih anak kandungnya sendiri.
Dan ternyata Ismailpun juga tidak tergoda. Ismail justru mengambil batu lalu dilemparkannya batu itu kepada setan.
Karena keduanya tidak berhasil maka setanpun mendekati Hajar untuk digoda dengan tujuan agar rencana nabi Ibrahim melaksanakan perintah Allah itu gagal.
Namun ternyata Hajar juga tidak jauh berbeda dengan nabi Ibrahim maupun Ismail. Yakni selain tidak tergoda Hajar juga melempar batu kepada setan sebanyak tujuh kali lemparan. Hingga setanpun lari terbirit-birit dengan membawa kegagalan misinya.
Dari peristiwa melempar kepada setan itulah akhirnya Allah mengabadikannya dalam sebuah syariat haji. Yakni melempar jumrah atau jamarat. Yakni tujuannya agar para jamaah haji kembali mengingat peristiwa besar yang pernah terjadi di muka bumi ini. Yaitu suatu peristiwa tauhid yang menang melawan setan.
Wallahu a’lam.
Oleh: Abu Ibrahim
Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
