Ujian Ibrahim Bag.4

Kisah Nabi Ibrahim Bag.4

Setelah sekian tahun nabi Ibrahim meninggalkan istri dan anaknya –Hajar dan Ismail-, rasa kangenpun muncul (selain atas perintah Allah tentunya). Maka mengumpulkan cukup bekal, berangkatlah nabi Ibrahim lembah Bakka (selanjutnya disebut Makkah).

Setelah melalui perjalanan yang sangat panjang lagi melelahkan, sampailah nabi Ibrahim di Makkah. Dan betapa terkejutnya nabi Ibrahim begitu melihat adanya perkampungan ramai. Tidak seperti dahulunya yang gersang, berada di tengah gurun pasir nan garang tanpa seorangpun kecuali dirinya serta istri dan anak bayinya.

perintah menyembelih nabi ismail

Tetapi sekarang, keadaan telah berubah drastis. Terlabih ketika mengetahui Ismail yang sudah menginjak remaja bahkan hampir dewasa. Betapa senangnya nabi Ibrahim kala itu.

Namun kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. Sebab Allah Ta’ala memerintahkan nabi Ibrahim agar melakukan sesuatu yang dianggap di luar nalar menurut kebanyakan manusia. Menyembelih putranya, Ismail, yang dahulu kehadirannya amat sangat ditunggu-tunggu.

فَبَشَّرْنَاهُ بِغُلامٍ حَلِيمٍ. Maka Kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar. Qs. Ash Shaffaat 101.

Dan setelah sekian tahun berpisah lalu kembali bertemu Allah memerintahkan agar menyembelih putranya.

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ.

Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. Qs. Ash Shaffaat 102.

Sungguh ini di luar nalar kebanyakan manusia. Sebab sejak bayi Ismail ditinggalkan ayahnya, nabi Ibrahim, tetapi setelah menginjak dewasa nabi Ibrahim baru mengunjunginya.

Dan untuk pertama kalinya berkunjung jangankan memberikan surprise yang menyenangkan. Atau menanyakan sesuatu yang tentunya ditunggu-tunggu Ismail untuk sekedar bercerita. Eee justru menyampaikan berita tentang mimpi ayahnya yang menyembelih dirinya.

Sungguh kalau bukan karena didikan sang ibu tentang tauhid dan kecintaan kepada Allah ta’ala maka tidak ada mungkin jawaban anaknya, Ismail, keluar mengalir dengan sangat sejuk

يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ.

(“Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”).

Ya, inilah buah percintaan karena Allah dan nabi Ibrahim sanggup mendidik istrinya, Hajar, untuk mengamalkan tauhid (uluhiyah) hingga memantulkannya sampai kepada anak semata wayangnya

Wallahu a’lam.

Oleh: Abu Ibrahim

Lanjutan: Kisah Nabi Ibrahim Bag.5

Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button