Orang-Orang Kafir Penyebab Turunnya Ayat Bag.3

Kisah Abdullah Bin Ubay Bag.2

Ketika pulang dari sebuah peperangan melawan Bani Musthaliq, karena kemalaman, Rasulullah memerintahkan untuk bermalam di auatu tempat bernama Muraisi. Seusai membikin tenda banyak kaum muslimin yang mengambil air di mata air. Di antaranya Jahjah Al Ghifari –orang upahan Umar bin Khaththab- dan Sinan bin Wabar Al Juhani –salah seorang Anshar.

Kisah Abdullah Bin Ubay

Tapi entah karena sesuatu yang tidak disengaja terjadilah perselisihan antar kedua. Hingga hampir terjadi keributan besar.

Alhamdulillah, perselisihan kecil itu bia diredam dan didamaikan hingga tidak sampai terjadi keributan yang lebih besar.

Anehnya ketika suasana sudah mulai kondusif justru Abdullah bin Ubay bin Salul ini justru melempar kalimat yang membuat telinga panas. Yaitu suatu kalimat yang biasanya orang-orang Arab membuat semacam kalimat teori جوِّعْ كَـلْـبَكَ يَـتْبَـعْكَ (laparkanlah anjingmu niscaya dia akan mengikutimu) lalu dirubah menjadi ثَمِّـنْ كَـلْبَـكَ يَأْكُـلْكَ (gemukkanlah anjingmu niscaya dia akan menerkammu).

Jelas kalimat ini ditujukan kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihiwa salam. Hanya saja ucapan itu hanya didengar oleh anak muda bernama Zaid bin Arqam.

Lalu Zaid bin Arqam menceritakan kasus ini kepada pamannya. Dan pamannya kemudian mengajak Zaid bin Arqam untuk melaporkan kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam.

Begitu mendengar laporan dari pamannya Zaid binArqam maka Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam memanggil Abdullah bin Ubay bin Salul untuk mengkrocek kebenaran berita tentang ucapannya di atas.

Ternyata di luar dugaan Abdullah bin Ubay bin Salul bersumpah dan mengingkari ucapannya. Bahkan dia mengtakan bahwa mana mungkin dirinya mengucapkan kalimat itu. Orang dia sendiri mengakui bahwa beliau adlah Rasulullah.

Begitu mendengar perkataan dan ucapan sumpahnya Abdullah bin Ubay bin Salul itu rupanya Rasulullah mempercayai ucapan Abdullah bin Ubay bin Salul.

Setelah tahu bahwa Rasulullah mempercayai ucapan pengingkarannya Abdullah bin Ubay bin Salul, Zaidpun jadi lesu dan menjadi agak malas. Zaid bin Arqam sedih karena tidak bisa meyakinkan Rasulullah bahwa Abdullah itu telah menipunya.

Namun tidak lama kemudian turunlah surat Al Munafiqun ayat 1-4 sebagai jawaban bahwa yang benar adalah Zaid bin Arqam sedangkan Abdullah bin Ubay bin Salul adalah yang berdusta.

إِذَا جَاءَكَ الْمُنَافِقُونَ قَالُوا نَشْهَدُ إِنَّكَ لَرَسُولُ اللَّهِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ إِنَّكَ لَرَسُولُهُ وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَكَاذِبُونَ. اتَّخَذُوا أَيْمَانَهُمْ جُنَّةً فَصَدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ إِنَّهُمْ سَاءَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ. ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ آمَنُوا ثُمَّ كَفَرُوا فَطُبِعَ عَلَى قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لا يَفْقَهُونَ. وَإِذَا رَأَيْتَهُمْ تُعْجِبُكَ أَجْسَامُهُمْ وَإِنْ يَقُولُوا تَسْمَعْ لِقَوْلِهِمْ كَأَنَّهُمْ خُشُبٌ مُسَنَّدَةٌ يَحْسَبُونَ كُلَّ صَيْحَةٍ عَلَيْهِمْ هُمُ الْعَدُوُّ فَاحْذَرْهُمْ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ أَنَّى يُؤْفَكُونَ.

Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata: “Kami mengakui, bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah”. Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul-Nya; dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta. Mereka itu menjadikan sumpah mereka sebagai perisai, lalu mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan. Yang demikian itu adalah karena bahwa sesungguhnya mereka telah beriman, kemudian menjadi kafir (lagi) lalu hati mereka dikunci mati; karena itu mereka tidak dapat mengerti. Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. Dan jika mereka berkata kamu mendengarkan perkataan mereka. Mereka adalah seakan-akan kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya), maka waspadalah terhadap mereka; semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)?. Qs. Al Munaafiquun 1-4.

Begitu ayat ini turun Rasulullah memanggil Zaid bin Arqam lalu mengatakan bahwa ternyata yang benar adlah Zaid bin Arqam dan Abdullah bin Ubay bin Salul adalah yang berdusta.

Maka senanglah hati Zaid bin Arqam dengan berita dari Rasulullah ini.

Wallahu a’lam.

Oleh: Abu Ibrahim

Lanjutan: Kisah Abdullah Bin Ubay Bag.3

Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button