Kisah Abdullah Bin Ubay
2. Abdullah bin Ubay bin Salul.
Abdullah bin Ubay bin Salul, dulunya orang terkenal di kota Yatsrib (dikenal menjadi kota Madinah setelah Rasulullah hijrah ke sana). Walaupun juga sering hanya disebut dengan Abdulullah bin Ubay saja. Dialah ketua kabilah dari Khazraj, salah satu kabilah ternama selain kabilah Aus.
Ketika Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam datang ke kota Yatsrib, Abdullah bin Ubay bin Salul ini juga ikut menyambut kedatangan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Tidak tanggung-tanggung, Abdullah bin Ubay juga memeluk Rasulullah, sebagai rasa penghormatan dalam penyambutan seorang tamu atau bahkan tokoh.

Namun sayang harapan Abdullah bin Ubay bertepuk sebelah tangan. Harapannya untuk tetap menjadi pimpinan di Madinah sirna. Sebab maunya Abdullah bin Ubay menyambut Rasulullah (dan masuk Islam) adalah agar Rasulullah mau bersama Abdullah bin Ubay lalu ikut berseteru dengan kabilah Aus.
Kenyataannya justru Rasulullah menyatukan kabilah yang berseteru –Khazraj dan Aus-. Bahkan yang lebih menyakitkan justru Rasulullah didaulat untuk menjadi pemimpin umum di kota Madinah; baik Khazraj, Aus dan tiga dari kabilah Yahudi –Bani Nadhir, Bani Quraidhah dan Bani Qoinuqa’-.
Itulah yang membuat Abdullah bin Ubay semakin benci kepada Rasulullah. Sebab dia merasa disalip di tikungan.
Jadi keislamannya bukan untuk terus menggapai hidayah dan ridla Allah melainkan untuk menggunting dalam lipatan. Hal itu terlihat saat hendak berangkat pergi berjihad ke medan Uhud.
Saat keluar dari kota Madinah pasukan Islam bergerak sebanyak seribu pasukan. Tetapi di tengah perjalanan sebanyak 300an orang berbalik arah dan kembali ke Madinah. Mereka mengurungkan niat membantu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dan kaum muslimin lainnya berjuang untuk menjayakan Islam.
Untuk itulah Allah telah banyak berfirman mengenai mereka, di antaranya;
الَّذِينَ يَتَرَبَّصُونَ بِكُمْ فَإِنْ كَانَ لَكُمْ فَتْحٌ مِنَ اللَّهِ قَالُوا أَلَمْ نَكُنْ مَعَكُمْ وَإِنْ كَانَ لِلْكَافِرِينَ نَصِيبٌ قَالُوا أَلَمْ نَسْتَحْوِذْ عَلَيْكُمْ وَنَمْنَعْكُمْ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ فَاللَّهُ يَحْكُمُ بَيْنَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَنْ يَجْعَلَ اللَّهُ لِلْكَافِرِينَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ سَبِيلا.
(yaitu) orang-orang yang menunggu-nunggu (peristiwa) yang akan terjadi pada dirimu (hai orang-orang mukmin). Maka jika terjadi bagimu kemenangan dari Allah mereka berkata: “Bukankah kami (turut berperang) beserta kamu?” Dan jika orang-orang kafir mendapat keberuntungan (kemenangan) mereka berkata: “Bukankah kami turut memenangkanmu, dan membela kamu dari orang-orang mukmin?” Maka Allah akan memberi keputusan di antara kamu di hari kiamat dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman. Qs. An Nisaa 141.
Makanya Allah lebih memperjelas lagi tentang munafik ini. firmanNya;
إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلاةِ قَامُوا كُسَالَى يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلا قَلِيلا. مُذَبْذَبِينَ بَيْنَ ذَلِكَ لا إِلَى هَؤُلاءِ وَلا إِلَى هَؤُلاءِ وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ سَبِيلا.
Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali. Mereka dalam keadaan ragu-ragu antara yang demikian (iman atau kafir): tidak masuk kepada golongan ini (orang-orang beriman) dan tidak (pula) kepada golongan itu (orang-orang kafir). Barang siapa yang disesatkan Allah, maka kamu sekali-kali tidak akan mendapat jalan (untuk memberi petunjuk) baginya. Qs. An Nisaa 142-143.
Wallahu a’lam.
Oleh: Abu Ibrahim
Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
