Kisah Siti Maryam; Saat Mendapatkan Kenikmatan Dan Ujian
Setiap orang yang mengenal nabi Isa pasti akan tahu dengan nama ini, Maryam. Juga setiap kali mengetahui tentang kisah keluarga Imran pasti juga akan tahu anaknya, Maryam.

Ya, kisah keluarga Imran ini sepertinya memang layak untuk dikupas.
Kalau kemarin telah membahas tentang keluarga Imran yang begitu mendambakan lahirnya bayi laki-laki shalih yang kelak akan dipersembahkan untuk Allah dengan melalui (agar) berkhidmad kepada Baitul Maqdis. Tetapi ternyata Allah membuat rencana lain yang jauh lebih berguna bagi keluarga Imran ke depannya.
Jadi, setelah Hannah mempersembahkan putrinya kepada Allah melalui pengkhidmadan pada Baitul Maqdis dan nabi Zakaria sebagai penanggung jawab di Baitul Maqdis.
Di sinilah kemudian Maryam mulai dalam kehidupan barunya; berkhidmad di Baitul Maqdis.
فَتَقَبَّلَهَا رَبُّهَا بِقَبُولٍ حَسَنٍ وَأَنْبَتَهَا نَبَاتًا حَسَنًا وَكَفَّلَهَا زَكَرِيَّا كُلَّمَا دَخَلَ عَلَيْهَا زَكَرِيَّا الْمِحْرَابَ وَجَدَ عِنْدَهَا رِزْقًا قَالَ يَا مَرْيَمُ أَنَّى لَكِ هَذَا قَالَتْ هُوَ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ.
Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nadzar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Allah menjadikan Zakaria pemeliharanya. Setiap Zakaria masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakaria berkata: “Hai Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?” Maryam menjawab: “Makanan itu dari sisi Allah”. Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab. Qs. Ali Imran 37.
Ayat di atas menunjukkan bahwa Maryam mendapatkan kenikmatan yang laur biasa. Sampai-sampai ketika nabi Zakaria masuk menemui Maryam, nabi Zakaria terkaget-kaget dengan makanan yang boleh dibilang serba ada itu.
Dan karena terkagetnya itulah membuat nabi Zakaria bertanya kepada Maryam tentang asal muasal makanan yang terhidang di atas mejanya Maryam.
Kenapa hidupnya Maryam sangat enak? Jawabannya karena Maryam saat itu boleh dibilang masih remaja. Atau keimanannya masih belumlah tinggi.
Tetapi ketika beranjak dewasa, keimanan Maryam semakin tinggi, maka Allah memberinya ujian. Dan ujiannya ini amat sangat berat. Yaitu Maryam harus mengandung sementara Maryam sendiri sama sekali tidak pernah bersentuhan dengan laki-laki.
Tetapi sebelumnya Allah telah menyampaikan kepada Maryam agar menjadi wanita shalihah.
وَإِذْ قَالَتِ الْمَلائِكَةُ يَا مَرْيَمُ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَاكِ وَطَهَّرَكِ وَاصْطَفَاكِ عَلَى نِسَاءِ الْعَالَمِينَ. يَا مَرْيَمُ اقْنُتِي لِرَبِّكِ وَاسْجُدِي وَارْكَعِي مَعَ الرَّاكِعِينَ.
Dan (ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, menyucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu). Hai Maryam, taatlah kepada Tuhanmu, sujud dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk. Qs. Ali Imran 42-43.
Wallahu a’lam.
Oleh: Abu Ibrahim
Lanjutan: Kisah Siti Maryam; Saat Mendapatkan Kenikmatan Dan Ujian Bag.2
Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
