Pantulan Orang Shalih

Pantulan Orang Shalih

Semua orang mengetahui bahwa hanya ada satu planet saja yang memiliki cahaya yang menyinari bumi. Sehingga setiap siang hari bumi bisa terlihat terang benderang karena sinarnya. Planet itu bernama matahari.

Tetapi ternyata di malam hari bumi juga masih bisa terlihat terang, walaupun tidak seterang bila dibandingkan pada siang hari. Hal itu disebabkan planet yang satu ini tidak memiliki api (sinar) yang mampu memancarkan cahayanya. Melainkan planet ini hanya memantulkan saja cahaya yang didapatkannya. Yakni memantulkan cahaya matahari ke bumi. Sehingga bumi masih bisa terlihat terang walau tidak seterang saat siang hari. Dan planet itu bernama bulan.

kisah nabi musa dan nabi khidr - pantulan orang shalih

Dan ternyata hal itu tidak jauh berbeda dengan perbuatan seseorang. Sebagaimana Allah ceritakan dalam surat Al Kahfi;

Yakni ketika nabi Musa hendak menimba ilmu dari nabi Khidhir dan nabi Khidhir mengatakan bahwa nabi Musa pasti tidak akan mampu bersama nabi Khidhir. Hal itu dikatakan nabi Khidhir kepada nabi Musa.

Tetapi nabi Musa tetap bersikukuh ingin menimba ilmu darinya.

Karena begitu gigihnya nabi Musa hendak menimba ilmu dari nabi Khidhir sedangkan nabi Khidhir sendiri mengatakan bahwa nabi Musa pasti belum mampu. Maka nabi Khidhir mengajak nabi Musa untuk ikut bersama nabi Khidhir bersafar. Dan hal itu dijadikan kesempatan bagi nabi Khidhir untuk mengujinya dalam hal kesabaran untuk tidak bertanya sebelum nantinya akan diberitahu pada saatnya kelak.

Dari kisah yang Allah ceritakan di surat Al Kahfi itu setidaknya ada dua kisah tentang orang tua shalih yang memantulkan amalannya kepada anak-anaknya.

1. Membunuh seorang anak.

فَانْطَلَقَا حَتَّى إِذَا لَقِيَا غُلامًا فَقَتَلَهُ قَالَ أَقَتَلْتَ نَفْسًا زَكِيَّةً بِغَيْرِ نَفْسٍ لَقَدْ جِئْتَ شَيْئًا نُكْرًا

Maka berjalanlah keduanya; hingga tatkala keduanya berjumpa dengan seorang anak, maka Khidhr membunuhnya. Musa berkata: “Mengapa kamu bunuh jiwa yang bersih, bukan karena dia membunuh orang lain? Sesungguhnya kamu telah melakukan suatu yang mungkar”. Qs. Al Kahfi 74.

Dalam tafsirnya Ibnu Katsir berkata bahwa saat itu nabi Musa lupa. Sehingga ketika nabi Khidhir secara tiba-tiba membunuh seorang anak dan langsung membunuhnya nabi Musa langsung protes dengan nada bertanya, “Mengapa kamu bunuh jiwa yang bersih, bukan karena dia membunuh orang lain? Sesungguhnya kamu telah melakukan suatu yang mungkar”.

Tetapi di ayat berikutnya nabi Musa kembali diingatkan bahwa nabi Musa tidak akan pernah sanggup memahami ilmu yang dimiliki nabi Khidhir.

Ibnu Katsir berkata. “Saat itu ada sekelompok anak-anak sedang bermain. Lalu nabi Khidhir mendekati anak yang paling menonjol di antara mereka. Tiba-tiba nabi Khidhir membunuh”.

Padahal sesuai dengan perjanjian awal bahwa nabi Musa dilarang bertanya apabila melihat nabi Khidhir melakukan suatu perbuatan. Namun ketika melihat suatu pembunuhan tanpa adanya pengadilan terlebih dahulu. Bukankah hal ini dianggap suatu kemungkaran? Maka hal itu juga tidak jauh berbeda dengan yang dilihat oleh nabi Musa.

قَالَ أَلَمْ أَقُلْ لَكَ إِنَّكَ لَنْ تَسْتَطِيعَ مَعِيَ صَبْرًا. قَالَ إِنْ سَأَلْتُكَ عَنْ شَيْءٍ بَعْدَهَا فَلا تُصَاحِبْنِي قَدْ بَلَغْتَ مِنْ لَدُنِّي عُذْرًا

Khidhir berkata: “Bukankah sudah kukatakan kepadamu, bahwa sesungguhnya kamu tidak akan dapat sabar bersamaku?”. Musa berkata: “Jika aku bertanya kepadamu tentang sesuatu sesudah (kali) ini, maka janganlah kamu memperbolehkan aku menyertaimu, sesungguhnya kamu sudah cukup memberikan udzur padaku”. Qs. Al Kahfi 75-76.

Wallahu a’lam.

Oleh: Abu Ibrahim

Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button