Idul Fitri

Idul Fitri

Sebentar lagi Ramadhan akan meninggalkan kita dan datanglah Syawal. Dan inilah yang kebanyakan dinanti-nantikan oleh kebanyakan manusia, Idul Fitri. Banyak kaum muslimin yang telah mempersiapkan penyambutannya jauh-jauh hari. Hingga mereka rela meninggalkan masjid-masjid menjadi sepi, demi penyambutan Idul Fitri ini.

Baju baru, masakan yang serba enak (terutama daging), aneka snack tersaji di meja tamu. Ruang tamu diperindah. Para orang tua mempersiapkan uang recehan (mulai dari sepuluh ribuan hingga seratusan ribu) untuk dibagikan kepada keponakan, cucu, anak-anak tetangga yang usia balita dan sebagainya.

Saat pagi tiba, 1 Syawal, hampir di seantero bumi terdengar suara takbiran. Semua manusia muslim berwajah ceria. Mereka berjalan menuju tempat shalat Idul Fitri, baik di masjid maupun di tanah lapang.

Begitu usai shalat Idul Fitri kebanyakan kaum muslimin melakukan seremonial berupa kunjungan sana kunjung sini. Bersalaman, cipika cipiki, bagi-bagi angpao.setelah itu mereka kembali kepada aktifitas semula, sebelum Ramadhan.

Inilah kebanyakan kaum muslimin. Padahal seharusnya Idul Fitri adalah momen awal perubahan setelah digembleng selama sebulan penuh, bulan Ramadhan.

Kalau tadinya di bulan Ramadhan kita dididik untuk menjaga lisan, dengan alasan agar puasanya tidak batal. Berbuat jujur saat sendiri, tidak mencuri-curi kesempatan untuk bebruka di siang hari. Bercapek ria di malam hari dengan menjalankan shalat tarawih berjamaah. Dan seterusnya yang selama 24 X sebulan penuh kita melakukan aktifitas yang ma’ruf dan selalu menghindari kemungkaran.

Oleh karena itulah marilah kita awali/pelopori awal 1 Syawal tahun ini dengan perubahan ke arah yang lebih baik. Agar Ramadhan yang sudah meninggalkan kita tahun ini benar-benar memiliki makna sebagai muara pembinaan mental kita. Sebagaimana firman Allah Ta’ala;

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. Qs. Al Baqarah 183.

Ya, ketaqwaannya akan terlihat pasca Ramadhan. Itu maknanya bahwa puasa Ramadhannya akan bermakna setelah Ramadhannya berlalu, tentunya.

Makanya dalam pepatah Arab disebutkan;

لَـيْسَ الْعِـيْدُ لِـمَنْ لَـبِـسَ الْـجَدِيْـدُ

              وَلَـكِنَّ الْـعِيْـدُ لِـمَنْ تَـقْوَى اللهُ يَزِيْـدُ

Bukanlah Id (kembali kepada fitrah/bayi) bagi yang memakai pakaian baru

              Tetapi Id (kembali fitrah/bayi) adalah bagi yang taqwanya kepada Allah bertambah.

Sungguh bila di Ramadhan tahun ini kaum muslimin Indonesia mendapatkan ketaqwaan maka korupsi, kolusi, nepotisme, dan segala kejahatan lainnya  akan hilang dengan sendirinya dari muka bumi Indonesia.

Wallahu a’lam.

Oleh: Abu Ibrahim

Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button