Pendidikan Para Sahabat Bag.5
4. Jelas yang didakwahkan.
Terkadang ada orang atau kelompok yang melakukan suatu ajakan atau rekrutan atau dakwah yang seakan memukau. Tetapi anehnya sejak awal orang atau kelompok yang mengajak ke suatu tujuan itu tidak memiliki kejelasan arah; mau dibawa ke mana sich umat ini?
Hal ini sangat berbeda dengan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Dalam dakwahnya beliau sejak awal sudah memperjelas arah kemana umat ini akan dibawa.
Agar tidak membuat umat ini bingung ditengah jalan atau merasa ditipu setelah mereka ikut bersama Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam.
Jadi beliau tidak melakukan zig zag dalam dakwahnya.

Dan adapun kejelasannya dalam dakwahnya adalah bahwa umat ini akan dibawa kepada penghambaan seorang hamba kepada Allah Ta’ala semata.
Atau mengalihkan penghambaan hamba kepada hamba menjadi penghambaan seorang hamba kepada Robbnya, Allah Ta’ala.
قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ. لا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ.
Katakanlah: “Hai orang-orang yang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Qs. Al Kaafiruun 1-2.
فَادْعُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ.
Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ibadah kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukai (nya). Qs. Ghaafir/Al Mukmin 14.
Jika melihat surat Al Kafirun saja dapat diketahui bahwa surat itu termasuk surat Makiyah. Itu artinya bahwa surat itu turun saat Rasulullah masih di Makkah, atau belum hijrah.
Tetapi kenapa di sana langsung disebut, “Wahai orang-orang kafir”. Lalu lebih dipertegas kembali pada ayat selanjutnya, “Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah”. Kenapa?
Dari sinilah Rasulullah sudah tegas dan jelas dalam menyampaikan dakwahnya kepada para sahabatnya. Rasulullah sejak awal sudah mendidik para sahabatnya untuk tidak melakukan zig zag dalam menyampaikan dakwahnya. Jelas bahwa yang disembah antara kita dengan mereka beda!
Yang disembah para sahabat adalah Allah Ta’ala sedangkan yang disembah orang-orang kafir Quraisy adalah Uzza, Latta, Manaat, Hubal dan lain sebagainya.
Dalam hadits Rasulullah shalallahu a’alaihi wa salam bersabda,
مَنْ تَشَـبَّـهَ بِقَـوْمٍ فَهُـوَ مِنْـهُمْ
Barangsiapa yang meniru-niru suatu kaum maka dia bagian dari mereka.
Maka tidak heran bila hampir di semua tata cara peribadatan Islam itu selalu berbeda dengan tata cara agama lain. Seperti cara memanggil manusia untuk beribadah.
Di agama lain ada yang menyembunyikan terompet, ada yang menabuh sesuatu (seperti kendang atau yang sejenisnya, pen.), ada yang menyalakan api (obor) dan sebagainya.
Dalam hal kenabian juga berbeda. Umat lain beranggapan bahwa nabi yang diutus ke mereka adalah bagian (atau bahkan) Tuhan. Sementara dalam Islam, seorang nabi adalah pada prinsipnya sama dengan manusia biasa hanya saja yang membedakan bahwa nabi itu mendapatkan wahyu.
Wallahu a’lam.
Oleh: Abu Ibrahim
Sedang mencari karpet untuk masjid atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid dan permadani. Dapatkan penawaran harga karpet permadani dan karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet
