Pendidikan Para Sahabat Bag.3

Pendidikan Para Sahabat Bag.3

Salah satu upaya Rasulullah dalam menanam pohon dakwah Islam adalah beliau datang ke negeri Thaif. Di sana beliau tawar pohon dakwah Islam ke penduduk Thaif. Tetapi para penduduk Thaif menolaknya.

Nah saat ada yang menerima dengan tangan buka dakwah Islam ini, maka Rasulullah segera melakukan penawaran yang lain. Yang akan memindahkan pohon dakwah Islam ini ke negeri mereka, Yatsrib.

pendidikan para sahabat nabi

Walau begitu Rasulullah tidak dengan mudah menaruh kepercayaan kepada oyang-orang Islam yang baru saja masuk dari tanah Yatsrib itu. Melainkan beliau tetap melakukan preventif dan upaya agar tidak ada pengkhianatan kelak.

Yaitu mereka dikumpulkan sebanyak dua kali untuk diadakan semacam MoU, (maksudnya: bai’ah Aqabah pertama dan bai’ah Aqabah kedua).

Bai’ah Aqabah pertama terjadi pada tahun 621 M dengan diikuti oleh 12 orang Yatsrib yang baru masuk Islam. Adapun isi bai’ah itu di antaranya;

  1. Tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun.
  2. Melaksanakan segala yang Allah perintahkan.
  3. Meninggalkan segala yang Allah larang.

Ternyata benar, dakwah di Yatsrib benar-benar tumbuh subur. Setahun setelah terjadi bai’ah Aqabah pertama, kaum muslimin di Yatsrib semakin bertambah.

Nah pada tahun kedua setelah bai’ah Aqabah pertama inilah akhirnya kaum muslimin kembali bertemu Rasulullah di Makkah untuk mengukuhkan kembali tentang pohon dakwah yang mulai subur di Yatsrib, sementara di Makkah justru terbalik.

Maka terjadilah peristiwa berikutnya yang di kemudian hari diketahui sebagai tonggak keberhasilan Rasulullah dalam membangun dakwah Islam. Yakni bai’ah Aqabah kedua.

Adapaun isi dlam bai;ah Aqabah kedua ini sangat berbeda dengan bai’ah Aqabah pertama.

Pada bai’ah Aqabah kedua ini Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda kepada orang-orang Anshar, “Kalian saya bai’at untuk selalu melindungiku sebagaimana kalian melindungi istri-istri kalian dan anak-anak kalian”.

Lalu orang-orang Anshar bertanya, “Lalu apa yang kami dapatkan apabila kami sanggup melaksanakannya, duhai Rasulullah?”

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam menjawab, “Surga”.

Langsung mereka serentak berkata, “Suatu jual beli yang menguntungkan. Kami tidak keberatan (dengan bai’at ini) dan tidak diberatkan (dengan bai’at ini)”.

Nah dari situ bisa diketahui bahwa sejak awal Rasulullah tidak memberikan janji keduniaan melainkan justru memberi janji akhirat.

Baik itu terhadap keluarga Yasir maupun orang-orang Anshar yang ikut dalam bai’at Aqabah kedua. Padahal keduanya urusannya kematian; keluarga Yasir dan orang-orang Anshar yang harus melindungi Rasulullah.

Tetapi ternyata mereka tidak dijanjikan jabatan keduniaan atau yang lainnya, melainkan akhirat yang dijanjikan mereka, surga.

Dan memang orang-orang yang seperti inilah ternyata yang bisa dididik untuk menjadi penopang-penopang dakwah.

Wallahu a’lam.

Oleh: Abu Ibrahim

Pendidikan Para Sahabat Bag.4

leader permadani alhidayat karpet
Call Now Button