Masjid Bukan Untuk Berpecah Belah

Masjid Bukan Untuk Berpecah Belah

Rasulullah shalallahuh ‘alaihi wa salam pernah bersabda bahwa barangsiapa yang membangun masjid maka Allah kelak akan membangunkannya rumah di surga.

Berangkat dari hadits ini maka bermunculanlah masjid-masjid nan indah. Bagi orang yang mungkin memiliki harta sangat berlebih maka dia akan membangun dengan dana sendiri sejak awal pembangunan.

Tetapi bila hartanya di bawahnya maka dia akan ikut dalam pembangunan secara berjamaah. Atau mungkin akan ikut merenovasi masjid dan seterusnya.

Masjid Bukan Untuk Berpecah Belah

Bukankah Rasulullah sendiri juga mendirikan masjid ketika sampai di Quba? Kemudian ketika sesampainya di Madinah Rasulullah juga mendirikan masjid?

Tetapi setelah beliau sudah lama bermukim di Madinah tiba-tiba turun ayat Allah:

وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مَسْجِدًا ضِرَارًا وَكُفْرًا وَتَفْرِيقًا بَيْنَ الْمُؤْمِنِينَ وَإِرْصَادًا لِمَنْ حَارَبَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ مِنْ قَبْلُ وَلَيَحْلِفُنَّ إِنْ أَرَدْنَا إِلا الْحُسْنَى وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ. لا تَقُمْ فِيهِ أَبَدًا لَمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى التَّقْوَى مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَنْ تَقُومَ فِيهِ فِيهِ رِجَالٌ يُحِبُّونَ أَنْ يَتَطَهَّرُوا وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِينَ.

Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada orang-orang yang mendirikan mesjid untuk menimbulkan kemudaratan (pada orang-orang mukmin), untuk kekafiran dan untuk memecah belah antara orang-orang mukmin serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu. Mereka sesungguhnya bersumpah: “Kami tidak menghendaki selain kebaikan.” Dan Allah menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka itu adalah pendusta (dalam sumpahnya). Janganlah kamu shalat dalam mesjid itu selama-lamanya. Sesungguhnya mesjid yang didirikan atas dasar takwa (mesjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu bershalat di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan Allah menyukai orang-orang yang bersih. Qs. At Taubah 107-108.

Bila menilik sebab turunnya di atas maka akan diketahui bahwa masjid yang Allah maksud dengan masjid di atas adalah sejak dibangunnya masjid itu memang disengaja untuk memerangi dan merecoki Rasulullah dan dakwah Islam.

Tetapi anehnya setelah masjid itu selesai dibangun mereka mendatangi Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Mereka memohon untuk sudi kiranya Rasulullah ‘meresmikan’ masjid yang sudah mereka dirikan.

Tetapi karena saat itu Rasulullah memang sedang berencana berangkat ke medan perang Tabuk untuk memerangi pasukan Heraklius, Romawi. Akhirnya Rasulullah menyanggupinya nanti setelah kepulangan dari peperangan melawan pasukan Romawi pimpinan Heraklius.

Begitu Rasulullah sudah memberikan rencana waktu kedatangannya maka merekapun segera menyusun rencana jahat untuk Rasulullah.

Saat perjalanan pulang dari Tabuk Rasulullah mendapat kabar dari jibril bahwa masjid yang baru didirikan dan Rasulullah diminta untuk meresmikannya itu adalah yang sangat berbahaya. Yakni mereka hendak mencelakai Rasulullah dengan rencana busuknya.

Maka Rasulullah langsung mengutus Malik bin Dukhsyum untuk pergi ke masjid itu dan membakarnya.

Nah ketika Malik bin Dukhsyum melaksanakan pembakaran masjid itu turunlah surat At taubah ayat 107 ini.

Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada orang-orang yang mendirikan mesjid untuk menimbulkan kemudaratan (pada orang-orang mukmin), untuk kekafiran dan untuk memecah belah antara orang-orang mukmin serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu. Mereka sesungguhnya bersumpah: “Kami tidak menghendaki selain kebaikan.” Dan Allah menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka itu adalah pendusta (dalam sumpahnya).

Wallahu a’lam.

Oleh: Abu Ibrahim

NB: Silahkah melihat kelengkapan kisahnya pada Tafsir Ibnu Katsir pada surat At Taubah ayat 107.

leader banner alhidayat karpet
Call Now Button