Pengertian Sabar
Berbicara mengenai sabar pasti dalam sebagian benak manusia akan beranggapan seperti; apabila difitnah, didhalimi dan yang sejenisnya. Lalu dia tidak melakukan perlawanan maka orang tersebut disebut sebagai orang yang sabar.
Atau yang lebih parah lagi pemahaman yang didapatkan dari orang-orang tua di Jawa. Yakni apabila dipukul pipi sebelah kiri maka akan diberikan pipi sebelah kanan.

Tetapi anehnya dalam Al Qur’an justru ada ayat yang sangat berbeda.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung. Qs. Ali Imran 200.
Lalu bagaimana sebenarnya sabar itu?
Setidaknya ada beberapa ayat di bawah ini yang bisa diambil kesimpulan:
1. Qs. Al Baqarah 45.
وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلا عَلَى الْخَاشِعِينَ
Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.
Rupanya ayat di atas akan bisa difahami bila dilanjutkan dengan satu ayat berikutnya:
الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُمْ مُلاقُو رَبِّهِمْ وَأَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
(yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.
Ibnu Katsir mengomentari ayat 45 di atas bahwa ayat itu berkaitan erat dengan pengharapan kebaikan dunia dan akhirat.
Yaitu ketika seseorang telah meyakini bahwa mereka kelak akan bertemu dengan Allah. Nah syarat bertemunya adalah bahwa mereka selama di dunia ini harus selalu mengerjakan segala yang diperintahkan Allah. Salah satunya dalah shalat. Kenapa?
Ternyata mendirikan shalat itu sendiri membutuhkan perjuangan ekstra. Perjuangan? Ya perjuangan.
Bukankah terkadang suatu saat manusia itu kedatangan rasa malas? Nah rasa kemalasan itu bisa diterjang hanya dengan kesabaran. Yaitu sabar ketika hendak, di saat mengerjakan dan pasca mengerjakan shalat.
Selain itu juga sabar terhadap segala perbuatan amal shalih lainnya. Sebab amal shalih itu terkadang bisa tercancel hanya karena datang rasa malasnya.
Dan sabar itu bisa tetap terus ditegakkan apabila selalu ditancapkan pada diri seseorang rasa yakin bahwa kelak setiap manusia akan menghadap Allah Ta’ala.
Jadi tetap terus menjaga shalat dan segala perbuatan shalih lainnya itu memang memerlukan kesabaran, agar tetap istiqamah dalam jalan kebaikan.
Sebagai contoh; Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam pernah bersabda bahwa beliau dalam mimpinya pernah mendengar suara terompahnya Bilal bin Rabbah. Padahal saat itu Bilal masih hidup.
Setelah diteliti ternyata Bilal selalu menjaga hadats, baik besar maupun kecil. Jadi setiapkali Bilal selesai buang hajat maka Bilal langsung berwudhu.
Nah buah dari kesabarannya dalam menjaga kebersihan (terjaga dari hadats) itulah akhirnya terompahnya sudah didengar Rasulullah saat Bilal masih hidup.
Wallahu a’lam.
Oleh: Abu Ibrahim

