Bukan Sekedar Istri Biologis Bag.3

Bukan Sekedar Istri Biologis Bag.3

3. Julaibib

Sabahat Rasulullah yang satu ini termasuk sahabat yang kurang dikenal oleh masyarakat muslim hari ini. Selain seakan tidak terlihat jasanya dalam perjuangan Islam dan kaum muslimin, sahabat Julaibib ini memiliki kekurangan yang aduhai.

Namun siapa yang mengira bahwa di balik kekurangannya itu dia memiliki kelebihan yang laur biasa dan mampu memberikan pelajaran bagi manusia lain yang jauh lebih sempurna.

Bukan Sekedar Istri Biologis

Ya, benar. Sahabat Julaibib ini adalah sosok manusia yang selalu berpenampilan lusuh, berkulit hitam dan tubuhnyapun pendek lagi. Ditambah lagi dengan telapak kakinya yang pecah-pecah.

Dan karena kemiskinannya itu pulalah yang membuat tidurnya pun hanya beralaskan tangan dan pasir yang berkerikil. Kenapa? Sebab rumah tinggal saja beliau tidak punya.

Karena itulah Julaibib terkadang juga sering mendapatkan hinaan dan dianggap tidak ada ditengah-tengah mereka. Walau begitu Julaibib sama sekali tidak merasa sakit hati.

Tetapi ada amalan unggulan yang selalu Julaibib kerjakan. Yakni Julaibib selalu berada pada barisan terdepan bila shalt bersama Rasulullah ataupun ketika berjihad fii sabilillah.

Suatu hari Julaibib ditanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam, apakah Julaibib ingin menikah? Dengan santun, bijak dan hormat, Julaibib menjawab, “Adakah manusia yang mau menikahkan putrinya dengan diriku, wahai Rasulullah?”.

Rasulullah sama sekali tidak melihat raut wajah sedih pada diri Julaibib. Rasulullah justru tersenyum dengan lembut terhadap Julaibib.

Di hari berikutnya Rasulullah kembali menanyakan hal yang sama dan ternyata juga dijawabnya dengan jawaban dan sikap yang sama pula.

Tetapi pada hari ketiga Rasulullah tidak sekedar bertanya mengenai pernikahannya. Melainkan beliau menarik tangan Julaibib dan membawanya ke rumah pimpinan sahabat Anshar.

Di dalam rumah pimpinan Anshar Rasulullah mengutarakan niatnya untuk menikahkan putrinya. Mendengar niatan Rasulullah itu maka betapa senangnya pimpinan Anshar itu. Katanya, “Wahai Rasulullah, ini sungguh akan menjadi cahaya yang akan menyingkirkan tamaram di rumah kami”.

Rasulullah tahu bahwa pemimpin Anshar ini mengira bahwa beliau meminang putrinya untuk diri beliau. Maka segera beliau meluruskannya. Sabdanya, “Ketahuilah bahwa aku melamar putrimu bukan untukku”.

“Lalu untuk siapa, duhai Rasulullah?” tanya pimpinan Anshar terkejut. “Untuk sahabatku, Julaibib,” jawab Rasulullah.

Pemimpin Anshar itu langsung terdiam. Dia faham betul tentang Julaibib. Seorang yang buruk rupa dan miskin. Dalam fikirannya, putrinya tentu tidak mau menikah dengan pria seperti Julaibib.

sedekat karpet masjid beli di Al Hidayat Karpet

Kemudian pemimpin Anshar itu masuk ke rumah dan membicarakan perihal Rasulullah yang meminang putrinya untuk Julaibib. Dan ternyata putrinya yang sedang dibicarakan itu mendengar dari pembicaraan kedua orang tuanya.

Tanpa dinyana putrinya justru berfikiran lain. Dia teringat dengan firman Allah Ta’ala:

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلالا مُبِينًا

Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata. Qs. Al Ahzaab 36.

Lalu putrinya berkata kepada kedua orang tuanya, “Apakah ayah dan ibu akan menolak pinangan Rasulullah? Sungguh aku yakin, Rasulullah tidak akan menyengsarakan kita”.

Begitu mendengar ucapan putrinya, luluhlah hati pemimpin Anshar itu. Dan Julaibib pun mendapat seorang bidadari dunia yang cantik jelita dan baik hati.

Dan pernikahanpun dilangsungkan. Sedangkan Julaibib sendiri merasa bersyukur sebab mendapatkan istri yang cantik berkat Rasulullah.

Ternyata saat usia pernikahannya belum lama Julaibib harus pergi berjihad bersama Rasulullah ke medan jihad Uhud.

Saat peperangan berakhir Rasulullah kehilangan Julaibib. para sahabatpun mencari sosok Julaibib. mereka menemukan Julaibib telah syahid. Tubuhnya penuh dengan luka. Rasulullah pun sangat sedih melihatnya.

Seusia menshalatkan Rasulullah berdoa, “Ya Allah, dia bagian dari diriku dan aku bagian dari dirinya”. Hal itu diucapkan hingga dua kali.

Subhaanallah, ternyata Julaibib menjadi idaman para bidadari surga. Adakah yang mau berjiwa seperti Julaibib?

Wallahu a’lam.

Oleh: Abu Ibrahim

leader banner alhidayat karpet
Call Now Button