Nasab Menurut Islam

Nasab Menurut Islam

Sering kali kita dengar dua anak kecil setingkat SD berkelahi. Padahal perkaranya cukup sepele; saling ejek orang tua mereka. Terkhusus penyebutan nama bapaknya!

Kelihatannya memang lucu dan aneh. Masak hanya seorang teman menyebut nama bapaknya bisa bikin teman yang nama bapaknya disebut bisa sewot. Hingga terjadi perkelahian.

Memang bisa jadi seperti itu. Sebab saat ini rasanya seperti nama bapak itu jarang disebut oleh masyarakat. Apalagi tertera dalam dalam resmi; pemerintah, misalnya.

Di antaranya ketika mengisi data untuk pembuatan KTP. Di sana disebutkan nama ibu kandungnya, bukan nama bapak kandungnya. Begitu juga ketika melakukan pengisian data pada instansi-instansi pemerintah maupun swasta.

nasab

Tetapi ternyata apabila ditelusuri tentang ini maka (bisa jadi) akan ditemukan suatu perkara yang sangat besar menurut Islam. Iya, benar. Perkara penyebutan nasab itu ternyata sangat krusial dalam Islam.

Maka tidak heran bila nama para sahabat Nabi juga selalu ada nama bapaknya di belakang nama mereka, seperti; Umar bin Khaththab, Utsman bin Affan, Ali bin Abu Thalib, ‘Aisyah binti Abu Bakar, Hafshah binti Umar bin Khaththab, Khadijah binti Khuwailid dan sebagainya.

Apa hasil penelusurannya? Hasilnya adalah bahwa dengan menyebutkan nama bapaknya maka akan diketahui bahwa anak itu benar-benar memiliki bapak yang sah secara biologis.

Sebab di dunia ini hanya ada satu nama saja nama yang sah secara biologis tanpa menyebut nama bapaknya. Yaitu Isa bin Maryam!
Maka agar kita tidak disebut anak haram ya semestinya kita bangga menyebut nama bapak kita di belakang nama kita.

Berikutnya setelah mengetahui nama bapaknya tentunya dia akan mudah ditelusuri ke atasnya; keturunan siapakah kita atau dia atau yang lainnya?

Bukankah kita terkadang sering mendengar klaim bahwa si A keturunan ini, si B keturunan itu dan lain sebagainya?

Bukankah sekarang sedang marak orang berbangga mengatakan bahwa dirinya keturunan dari dinasti merah, yang satunya mengklaim keturunan dinasti hijau, satunya lagi mengklaim keturunan dinasti kuning?

Dengan adanya penyebutan nama bapak di belakang nama setiap orang diharapkan akan memunculkan kebaikan di belakang hari. Kalau begitu masihkan kita malu menyebut nama bapak kita dihadapan khalayak ramai?

Wallahu a’lam.

Oleh: Abu Ibrahim

leader banner alhidayat karpet
Call Now Button