Ilmu Hitam Dan Ilmu Putih
Sejak dahulu umat sering diributkan dengan dua istilah ini; ilmu hitam dan ilmu putih. Ilmu hitam diidentikkan dengan ilmu yang datangnya dari setan sedangkan ilmu putih diidentikkan dengan ilmu Islam.
Padahal yang sebenarnya keduanya adalah berasal dari tipu muslihat jin yang pro dengan setan saja. Hal itu sebagaimana yang Ibnul Qayyim sampaikan bahwa setan itu memiliki beberapa tehapan dalam menyesatkan manusia. Di antaranya;
- Pertama: Ketika Manusia Masih Kafir
Pada tahapan ini setan cukup ongkang-ongkang saja. Sebab manusianya sudah kafir, jadi untuk apa mereka digoda atau dijerumuskan? Bukankah tujuan setan menggoda manusia itu agar manusia terjerumus ke lembah kekafiran?

Setan saat itu masih dalam posisi enjoy. Walaupun si manusia itu melakukan suatu kebaikan. Sebab sebanyak apaun harta yang diinfakkan dan sebesar apapun kebaikan yang manusia kerjakan; selama manusia itu masih kafir maka amalannya tidak akan diterima Allah Ta’ala. Maka untuk apa setan membuang-buang waktu dan tenaga untuk menggoda manusia jenis ini. Tidak perlu bukan?
- Kedua: Ketika Seseorang Menerima Hidayah
Ketika seseorang yang masih kafir lalu mulai mempertimbangkan tentang Islam maka setan mulai bekerja. Yakni dia akan mengeluarkan jurus-jurus kedustaannya untuk menipu manusia agar tetap berada dalam kekafirannya.
Adapun yang biasanya setan lakukan adalah meniupkan simpul-simpul jahiliyahnya. Yaitu dengan membisikkan dalam hati orang yang mulai menerima hidayah itu; kalau kamu Islam lalu siapa nanti yang akan melestarikan budaya kita ini?
Atau kalau menurut bahasa dalam hadits disebutkan; kalau kamu masuk Islam bagaimana dengan agama nenek moyang kamu. Jika kamu hijrah lalu bagaimana dengan negeri kamu?
Bagaimana dengan harta-harta kamu yang berlimpah? Tentu akan dijarah oleh orang-orang kafir bukan? Jika kamu berjihad; ingatlah kepada istri dan anak-anak kamu.
Jika dalam jihad itu kamu terbunuh maka istri-istri yang cantik itu akan dinikahi sama orang lain. Anak-anak kamu akan terlantar, dan seterusnya. Di sinilah setan terus bekerja.
Jika ternyata orang yang mendapatkan hidayah ini akhirnya masuk Islam maka setan menerapkan jurus berikutnya.
- Ketiga: Menyimpangkan Ajaran Islam
Pada tahapan ini setan sudah mulai mau kompromi tetapi tetap saja dia menerapkan perangkapnya agar manusia tetap tersesat. Yaitu setan akan membelokkan keislaman seseorang dengan tanpa manusia sadari.
Bahkan terkadang justru sang manusia itu, setelah tertipu, sang manusia itu akan beranggapan bahwa yang dia lakukan ini memang benar-benar bagian dari ajaran Islam. Salah satu di antaranya ya yang sering manusia sebut dengan ilmu putih ini.
Coba dibayangkan; setan dalam menyimpangkan ajaran Islam (dengan kedok bernama ilmu putih) ini dengan cara sang manusia disuruh membaca bacaan-bacaan yang memang ada dalam ajaran Islam.
Contoh pertama; melakukan shalat malam sebanyak seribu rakaat dimulai jam 12 malam misalnya. Secara logika seandainya seseorang sanggup melaksanakan shalat malam sebanyak seribu rakaat maka tentunya dia akan kelelahan.
Walhasil justru di penghujung malamnya dia akan tumbang, alias mengantuk berat. Kalau sudah begitu tentu shalat subuh yang wajib justru terlewatkan. Atau tidak tepat waktu.
Padahal jikalau dilihat dari sisi hukum antara shalat malam dan shalat subuh maka shalat subuh hukumnya wajib sedangkan shalat malam hukumnya di bawah wajib. Tetapi di sini justru shalat yang wajib (subuh) justru terabaikan atau tidak dinomor satukan. Dari sini dapat disimpulkan bahwa perangkap setan berada pada shalat subuh yang terabaikan.
Contoh kedua; puasa mutih. Dalam ritual ini seseorang disuruh melaksanakan puasa mutih selama empat puluh hari berturut-turut. Adapun yang dimaksud dengan puasa mutih itu adalah melakukan puasa sebagaimana puasa pada umumnya; dimulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari.
Tetapi yang menjadi persoalan di sini adalah selama empat puluh hari itu si pelaku puasa mutih tidak diperbolehkan memakan kecuali hanya nasi putih dan air putih saja.
Dari sini juga sudah terllihat bagaimana setan membelokkan manusia dari jalan yang benar. Yaitu puasa. Padahal hanya puasa Ramadlan saja yang terpanjang dan berturut-turut dilaksanakan, kecuali puasa kafarat yang dilaksanakan dua bulan berturut-turut.
Itupun tentunya tidak semua umat Islam yang melaksanakan melainkan disebabkan orang Islam yang melakukan pelanggaran ketentuan Islam.
Maka berhati-hatilah terhadap jurus-jurus setan yang selalu berusaha menyesatkan manusia dari jalan Allah ini.
Wallahu a’lam.
Oleh: Abu Ibrahim

