Jagalah Hati dan Penampilan
Suatu saat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam berkumpul dengan beberapa sahabat. Tiba-tiba beliau bersabda, “Maukah aku beritahukan kepada kalian (tentang) fitnah yang lebih aku takutkan menimpa kalian daripada fitnah Dajjal?”
Para sahabat menjawab, “Tentu (mau), wahai Rasulullah”. “Syirik yang samar (dalam riwayat lain disebutkan: syirik yang tersembunyi)”, sabda Rasulullah.
Lalu Rasulullah memberikan contoh, sabdanya, “seseorang berdiri kemudian dia shalat. (Dalam shalatnya) dia bagus baguskan shalatnya, karena dia tahu bahwa ada orang lain yang sedang melihat shalatnya”.

Dari hadits di atas dapat disimpulkan bahwa setiap muslim harus selalu menjaga hati dan niatnya agar bisa selamat dari ketergelinciran pada jurang kesyirikan.
Tidak bisa dibayangkan, seseorang yang shalat tetapi tiba-tiba niatnya berbelok; agar orang yang melihat dirinya saat shalat akan mengatakan bahwa dirinya orang yang khusyu’ dalam shalat. Nah! Subhanallah.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam menggambarkan tentang syirik tersembunyi itu justru pada suatu perbuatan yang baik, shalat. Bukan perbuatan syirik lainnya yang umumnya sudah dimaklumi. Seperti; menyekutukan Allah.
Maka setiap muslim harus memahami bahwa berperilaku dan berpenampilan islami itu harus. (seperti memanjangkan jenggot, berjilbab, menundukkan pandangan kepada lawan jenis yang bukan mahramnya dsb).
Tetapi menjaga hati agar tetap terus hanya mengharap ridha Allah itu justru yang wajib.
Wallahu a’lam
Oleh: Abu Ibrahim

