Mengenal Nabi Isa ‘Alaihissalam: Utusan Allah yang Mulia dan Kedudukannya dalam Islam

Nabi Isa ‘Alaihissalam adalah salah satu sosok paling sentral dalam sejarah umat manusia. Bagi umat Islam, beliau bukan sekadar tokoh sejarah, melainkan salah satu dari lima nabi Ulul Azmi—golongan rasul yang memiliki ketabahan dan kesabaran luar biasa dalam menjalankan misi dakwahnya.

Memahami kisah Nabi Isa melalui kacamata Al-Qur’an dan Hadits sangatlah penting untuk meluruskan berbagai persepsi serta mempertebal keimanan kita kepada rukun iman yang keempat, yaitu iman kepada para rasul.

Silsilah dan Kelahiran yang Ajaib (Mu’jizat Pertama)

Kisah Nabi Isa dimulai dari kesucian ibundanya, Maryam binti Imran. Maryam adalah wanita pilihan Allah yang menghabiskan waktunya untuk beribadah di Mihrab. Allah SWT berfirman mengenai kemuliaan Maryam:

“Dan (ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata: ‘Wahai Maryam! Sesungguhnya Allah telah memilihmu, menyucikanmu, dan melebihkanmu di atas segala perempuan di seluruh alam.'” (QS. Ali ‘Imran: 42)

Kelahiran Nabi Isa merupakan bukti kekuasaan Allah yang mutlak. Beliau lahir tanpa perantara seorang ayah. Allah mengutus Malaikat Jibril untuk meniupkan ruh ke dalam rahim Maryam. Hal ini sering kali menjadi titik perdebatan, namun bagi Allah, menciptakan Isa tanpa ayah jauh lebih mudah daripada menciptakan Nabi Adam tanpa ayah dan ibu.

Masa Kecil dan Kemampuan Berbicara dalam Buaian

Nabi Isa ‘Alaihissalam

Saat Maryam membawa bayi Isa kepada kaumnya, beliau menuai fitnah dan celaan. Namun, Allah menunjukkan kekuasaan-Nya melalui mu’jizat pertama Nabi Isa, yaitu berbicara saat masih bayi untuk membela kesucian ibunya.

Dalam Surat Maryam ayat 30-33, Nabi Isa berkata:

  1. “Sesungguhnya aku hamba Allah, Dia memberiku Al-Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang Nabi.”
  2. “Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada.”
  3. “Dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup.”

Pernyataan pertama yang keluar dari lisan Isa adalah pengakuan bahwa beliau adalah “Hamba Allah” (Abdullah). Ini adalah penegasan akidah yang sangat kuat bahwa beliau bukanlah Tuhan maupun anak Tuhan.

Mukjizat-Mukjizat Nabi Isa Atas Izin Allah

Allah membekali Nabi Isa dengan berbagai mukjizat yang luar biasa untuk mematahkan keraguan Bani Israil. Namun, perlu dicatat bahwa semua mukjizat ini terjadi semata-mata “Bi-idznillah” (dengan izin Allah).

Mukjizat Nabi IsaReferensi Al-Qur’an
Menyembuhkan Orang Buta & KustaMemulihkan penglihatan dan penyakit kulit yang tak tersembuhkan medis saat itu.
Menghidupkan Orang MatiAtas izin Allah, beliau dapat membangkitkan orang yang telah meninggal.
Membentuk Burung dari TanahBeliau meniup tanah liat berbentuk burung hingga menjadi burung hidup.
Mengetahui Hal GaibMengetahui apa yang dimakan dan disimpan orang di rumah mereka.
Al-Ma’idah (Hidangan Langit)Menurunkan hidangan dari langit atas permintaan para pengikutnya (Hawariyun).

Intisari Dakwah Nabi Isa: Mentauhidkan Allah

Misi utama Nabi Isa adalah meluruskan penyimpangan syariat yang dilakukan oleh Bani Israil dan membawa pesan Tauhid. Beliau tidak membawa ajaran baru yang bertentangan dengan Nabi Musa, melainkan menyempurnakan dan menghalalkan sebagian hal yang sebelumnya diharamkan bagi mereka sebagai bentuk rahmat.

Beliau menyeru: “Sesungguhnya Allah itu Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahlah Dia. Ini adalah jalan yang lurus.” (QS. Ali ‘Imran: 51).

Nabi Isa juga memberikan kabar gembira (Basyir) tentang kedatangan seorang rasul setelahnya, yaitu Nabi Muhammad SAW, yang beliau sebut dengan nama Ahmad.

Peristiwa Penyaliban: Perspektif Islam

Salah satu perbedaan fundamental antara Islam dan keyakinan lain adalah mengenai akhir hayat Nabi Isa di bumi. Islam menegaskan bahwa Nabi Isa tidak dibunuh dan tidak disalib.

Allah SWT berfirman:

“Dan (karena) ucapan mereka: ‘Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah’, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka…” (QS. An-Nisa: 157).

Allah menyelamatkan Nabi Isa dengan mengangkatnya ke langit. Beliau masih hidup di sisi Allah dan akan diturunkan kembali ke bumi menjelang hari kiamat.

Nabi Isa dan Akhir Zaman (Eskatologi Islam)

Dalam hadits-hadits shahih, Rasulullah SAW menjelaskan peran krusial Nabi Isa di akhir zaman. Beliau akan turun kembali ke bumi untuk:

  1. Membunuh Dajjal: Nabi Isa akan mengejar Dajjal dan membunuhnya di gerbang Ludd (Palestina).
  2. Menghancurkan Salib dan Membunuh Babi: Simbol bahwa beliau meluruskan segala penyimpangan ajaran yang mengatasnamakan dirinya.
  3. Menegakkan Syariat Islam: Beliau tidak membawa agama baru, melainkan menjadi pengikut syariat Nabi Muhammad SAW.
  4. Menciptakan Kedamaian: Pada masa itu, kemakmuran akan merata dan tidak ada lagi permusuhan.

Kesimpulan: Mengambil Ibrah dari Kisah Nabi Isa

Nabi Isa ‘Alaihissalam adalah simbol kesucian, kesabaran, dan ketundukan total kepada Sang Khaliq. Bagi seorang Muslim, mencintai Nabi Isa adalah bagian dari iman. Kita menghormati beliau sebagai nabi yang mulia, namun tetap menjaga kemurnian akidah bahwa beliau adalah hamba Allah.

Pesan Utama yang dapat kita ambil:

  • Keteguhan Akidah: Selalu menempatkan Allah sebagai satu-satunya yang berhak disembah.
  • Kesucian Keluarga: Meneladani kemuliaan Siti Maryam dalam menjaga kehormatan.
  • Keseimbangan Syariat: Menjalankan perintah agama (shalat dan zakat) seperti yang diwasiatkan Isa sejak bayi.

Semoga artikel ini menambah wawasan dan kecintaan kita kepada para nabi Allah, serta mempersiapkan diri kita untuk menjadi umat yang teguh berpegang pada kebenaran hingga akhir zaman.

Wallahu a’lam bish-shawab.

leader banner alhidayat karpet

Anda Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button