a. Gemetar dan ketakutan setiapkali terjadi musibah atau problem.
Dalam pepatah Indonesia disebutkan: Berani karena benar dan takut karena salah.
Ya begitulah sebenarnya Islam mengajarkan. Maka bila ada seseorang yang dia gemetar dan ketakutan ketika menemui masalah dan musibah atau problem, bisa jadi karena selama ini yang dia lakukan tidak sesuai dengan ketentuan Islam. Sebab bila sesuai dengan ketentuan Islam dia tidak akan setakut dan segemetar ini. Apalagi sampai tidak bisa tidur atau bahkan terkencing-kencing.
Lihatlah bagaimana nabi Musa ‘alaihi salam ketika diperintahkan agar menghadap Fir’aun dan mendakwahinya. Memang nabi Musa sempat takut tetapi Allah meneguhkan hatinya dengan firman-Nya:
قَالَ لَا تَـخَافَـا، إِنَّـنِى مَعَـكُـمَا أَسْمَعُ وَ أَرَى.
Allah berfirman, “Janganlah kamu berdua khawatir, sesungguhnya Aku beserta kamu berdua, Aku mendengar dan melihat”. Qs. Thaahaa 46.

Dari sini nabi Musa dan nabi Harun merasa mantap dan tidak gentar sama sekali. Kenapa? Sebab mereka berdua dalam kebenaran dan akan menyampaikan kebenaran, bukan malah menyampaikan kedustaan apalagi penipuan.
Pun begitu nabi Musa masih saja berdoa agar dilancarkan urusan (dakwah)nya.
قَالَ رَبِّ اشْـرَحْ لِى صَدْرِى. وَيَـسِّـرْلِى أَمْـرِى. وَاحْلُـلْ عُـقْدَةً مِّن لِّسَـانِى. يَـفَـقَـهُوْا قَوْلِى.
Musa berkata, “Wahai Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku”. Qs. Thaahaa 25-28.
Setidaknya ayat di atas mengajarkan bahwa meskipun seseorang sudah berada di jalan kebenaran tetapi ketika hendak menghadapi sebuah kekuasaan yang lalim maka tetap saja harus berdoa. Hal ini sebagai bentuk ketundukan dan penyerahan diri kepada sang Pencipta serta memohon untuk diberi kekuatan dari Allah Ta’ala.
Sebab bisa saja sang penguasa diktator akan melakukan tindakan semena-mena bila dirinya merasa terdesak. Meskipun sang tiran itu berada di pihak yang salah.
Tidak hanya itu, Rasulullah Muhammad shalallahu ‘alaihi wa salam ketika dalam keadaan terdesak pun beliau masih saja mampu menghibur sahabatnya, Abu Bakar Ash Shiddiq radliyallahu ‘anhu yang saat itu ketakutan akan tertangkap musuh.
Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyirikin Makkah) mengeluarkannya (dari Makkah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya, “Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah bersama kita”. Maka Allah menurunkan ketenangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Allah menjadikan seruan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Qs. At Taubah 40.
Wallahua’lamu bish shawaab
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
