a. Memandang suatu perkara semata-mata dari sudut pandang ada tidaknya dalam perkara tersebut dan menutup mata dari perkara makruh.
Inilah salah satu titik lemah ketika seseorang hanya mempelajari wilayah cabangnya saja. Yaitu dia hanya sekedar memandang hukumnya saja tidak memandang dari sisi (khususnya) ruhiyahnya. Seperti shala sunnah, misalkan.
Karena dia memandang hanya dari sisi hukumnya (yang sunnah) akhirnya dia ya tidak pernah melaksanakan shalat sunnah kecuali hanya beberapa kali saja atau bahkan tidak pernah sama sekali.
Padahal apabila dia mau memperhaikan perkara sunnah –setelah memperhatikan perkara yang wajib- maka dia pastiakan menemukan betapa besarnya nilai ruhiyahnya. Lihat saja bagaimana para pendahulu dari para sahabat Rasulullah saat di awal bi’tsah (awal kedatangan Islam).
Saat itu belum ada perintah untuk shalat (wajib) tetapi yang ada adalah shalat malam. Lalu mereka melaksanakan shalat malam itu setiap malam dan tidak pernah ada satu sahabatpun yang tertinggal (tidak shalat).

Walhasil, merekalah yang di belakang hari yang menyinari dunia! Merekalah generasi yang sanggup mengangkat beban dakwah Islam yang begitu beratnya luar biasa. Hingga Allah memuji mereka, meridhai mereka dan menjadikan mereka sebagai contoh untuk generasi berikutnya.
وَالسَّابِـقُوْنَ الْأَوَّلُوْنَ مِنَ الْمُهَـاجِرِيْـنَ وَالْأَنْـصَارِ وَالَّذِيْـنَ اتَّـبَعُوْهُـمْ بِـإِحْسَانٍ رَّضِيَ اللهُ عَنْـهُـمْ وَرَضُوْا عَـنْهُ وَأَعَـدَّ لَهُـمْ جَـنَّـاتٍ تَـجْرِى تَحْـتَهَـا الْأَنْـهَـارُ خَالِدِيْـنَ فِيْـهَا أَبَـدًا، ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَـظِيْـمُ.
Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar. Qs. At Taubah 100.
وَلَـمَّا رَءَ الْمُؤْمِـنُوْنَ الْأَحْزَابَ قَالُوْا هَذَا مَا وَعَـدَنَا اللهُ وَرَسُـلُـهُ وَصَدَقَ اللهُ وَرَسُوْلُـهُ، وَمَا زَادَهُـمْ إِلَّا إِيْـمَـانً وَّ تَـسْلِـيْـمًا.
Dan tatkala orang-orang mukmin melihat golongan-golongan yang bersekutu itu, mereka berkata, “Inilah yang dijanjikan Allah dan rasul-Nya kepada kita”. Dan benarlah Allah dan rasul-Nya. Dan yan demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan. Qs. Al Ahzaab 22.
Dari dua ayat di atas menunjukkan bahwa ternyata orang-orang yang selalu komitmen dalam menjalankan sunnah itu merekalah orang-orang yang sanggup menanggung beban dakwah, jadi bukan yang hanya sekedar melihat hukumnya bagaimana? Sunnah? Apalagi yang makruh, tentu sangat diremehkan oleh orang-orang yang menanggap sunnah saja remeh.
Wallahua’lamu bish shawaab
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
