Ini adalah salah satu dari aqidah ahlu sunnah wal jamaah. Yakni meyakini bahwa imanitu bisa naik dan bisa turun. Sebagaimana yang disampaikan Rasulullahshalallahu ‘alaihi wa salam, “Naik (keimanan seseorang) dengan ketaatan danturun karena kemaksiatan”.
Hal sangat berbeda dengan aqidah selain dari ahlu sunnah wal jamaah. Sebab merekaberanggapan bahwa iman itu stagnan. Nah pada
edisi kali ini, kita akan sedikit mengulik tentang indikasi lemahnya iman.Karena lemah iman itu membuat seseorang bermalas-malasan dalam melakukanketaatan dan malah dencerung pada kemaksiatan.
Ada pun di antara indikasi lemahnya iman itu;
a. terjatuh ke dalam kemaksiatan.
Jangan dikira bahwa ketika melakukan kemaksiatan kecil dianggap remeh. Bukan dalambahasa Indonesia ada pepatah yang mengatakan, ‘Sedikit demi sedikit lama menjadi bukit?’.

Maka lihatlah bagaimana dahulu orang-orang yang terjerumus ke dalam dosa-dosa besarberawal dari melakukan dosa-dosa kecil tetapi tidak langsung istighfar atau meminta ampunan dari Allah Ta’ala. Seperti Bal’am dan Qarun yang hidup semasa Nabi Musa ‘alaihi salam.
Bukankah keduanya dulunya adalah termasuk orang shalih?
إِنَّ قَارُوْنَ كَانَ مِنْ قَوْمِ مُوْسَى فَـبَغَـىعَـلَيْهِـمْ، وَآتَيْـنَـاهُ مِنَ الْكُـنُوْزِ مَا إِنَّ مَفَـاتِـحَـهُلَتَـنُوْءُ بِالْعُـصْبَـةِ أُوْلِي الْقُـوَّةِ إِذْقَالَ لَـهُ قَوْمُـهُ لَاتَـفْرَحْ، إِنَّ اللهَ لَأ يُـحِبُّ الْفَرِحِيْنَ.
Sesungguhnya Qarun adalah termasuk kaum (nabi) Musa, maka diaberlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanyaperbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlahorang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya, “Janganlahkamu terlalu berbangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang membanggakan diri. Qs. AlQashshash 76.
Lalu apa maksiat yang dilakukan Qarun, hingga Allah mengabadikannya dalam AL Qur’an?
Sekilaskemaksiatannya Qarun tidak terlihat. Tetapi bila mau men-zoom, maka akan diketahui bahwa ternyata kemaksiatan yang dilakukan Qarun itu telah melampaui batas. Yakni dia mengatakan bahwa sesungguhnya kekayaan yang saat itu diamiliki adalah disebabkan dari hasil usahanya sendiri! Padahal bila Allah tidak menghendaki tentu Qarun masih miskin hingga meninggalnya. Tetapi ternyata Qarunsombong. Dia mengatakan bahwa kekayaannya adalah hasil jerih payahnya sendiri.
Itulahyang membuat keimanan Qarun langsung drop dan jatuh pada tingkat yang palingrendah hingga Allah mengambil hartanya melalui gempa dahsyat yang membuat seluruh hartanya tertimbun di bumi.
Wallahua’lamu bish shawaab.
InsyaAllah berlanjut.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
