Allah Ta’ala berfirman:
رِجَالٌ لَا تُـلْهِـيـْهـمْ تِـجَارَةٌ وَلَأ بَـيْعٌ عَنْ ذِكْـرِ اللهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وِإِيْـتـَاءِ الزَّكَاةِ يَـخَافُوْنَ يَوْمًـا تَـتَـقَلَّـبُ فِيْـهِ الْقُلُوْبُ وَالْأِبْـصَارُ.
Lali-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingat Allah, dan (dari) mendirikan shalat, dan (dari) membayar zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi guncang. Qs. An Nuur 37.
Inilah potret dari para salafush shalih. Dalam masalah dunia, mereka mengejar secara bersungguh-sungguh, tetapi ketika mengetahui bahwa waktunya sudah dekat maka mereka segera pergi ke masjid. Bahkan sebelum adzan berkumandang!
Dalam hadits disebutkan, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda:
خَـمْسُ صَلَوَاتٍ كَتَـبَهُـنَّ اللهُ تَـعَـالَى عَـلَى الْعِبَـادِ، فَمَنْ جَاءَ بِـهِنَّ لَمْ يُـضَّيِّـعْ مِنْهُـنَّ شَيْـئًـا اسْـتِخْـفَـافًـا بِحَـقِّـهِنَّ، كَانَ لَـهُ عِـنْدَ اللهِ عَهْـدٌ أَنْ يُـدْخِلَـهُ الْجَـنَّـةَ، وَمَنْ لَـمْ يَـأْتِ بِـهِنَّ فَـلَيْـسَ لَـهُ عِنْـدَ اللهِ عَـهْدٌ. إِنْ شَـاءَ عَـذَّبَـهُ، وَإِنْ شَـاءَ أَدْخَـلَـهُ الْجَنَّـةَ.
“Allah telah mewajibkan lima (waktu) shalat kepada manusia. Barangsiapa melakukannya dengan tidak menyia-nyiakan sesuatupun dari lima shalat itu, dan tidak meremehkan hak-haknya, maka dia memiliki perjanjian di sisi Allah, bahwa Allah akan memasukkannya ke dalam surga. Dan barangsiapa tidak melakukannya, dia tidak memiliki perjanjian di sisi Allah. Jika Allah menghendaki, Dia akan menyiksanya, dan jika Allah menghendaki, Dia akan memasukkannya ke dalam surga”. Riwayat Abu Daud dan Ibnu Hibban.

Pertanyaannya sekarang; Apakah cukup hanya sekedar yang penting shalat dia wal waktu dan berjamah di masjid? Dan itu sudah cukup?
Ternyata tidak. Melainkan dia harus membersihkan terlebih dahulu anggota badannya. Setidaknya seperti berwushu’ terlebih dahulu. Sebagaimana riwayat dari Ali bin Husain bahwa setiap kali beliau berwudhu’ kulit beliau berubah menajdi kuning. Lalu ada yang bertanya, “Apa yang terjadi pada dirimu saat berwudhu’?”.
Ali bin Husain menjawab, “Tahukah kalian, aku ini mau menghadap siapa?”.
Ya, artinya bahwa tidak hanya sekedar shalat saja yang diperhatikan melainkan juga cara wudhu’ pun diperhatikan. Sebab diri ini sebentar lagi akan menghadap sang Maha Raja. Sehingga diupayakan agar seluruh tubuhnya benar-benar bersih dan suci. Sebab saat mau menghadap manusia (baca; seperti bupati atau gubernur) saja manusia sibuk hingga mempersiapkan pakaiannya. Yakni agar bisa mengambil hati pada bupati atau gubernur. Nah, ini,,,, akan menghadap Robb atau Tuhan yang Maha Diraja.
Jadi shalat tepat waktu saja belum cukup. Sebab para salafush shalih juga mempersiapkan segala sesuatunya. Bahkan sampai pada masalah pakaian sekalipun.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
