Akhlak Para Salaf Bag.55b

B. Tidak ujub dengan amalnya.

Pernahkah kita membatin dengan nada mengejek atau merasa jijik ketika melihat orang lain yang mungkin dikiranya orang udik (kampungan)? Atau justru memandang seseorang (meski dalam hati) hanya dilihat dari sisi lahiriyahnya saja? 

Jika pernah membatin seperti itu maka itulah sebenarnya yang terjadi pada sahabatnya nabi Isa ‘alaihi salam saat melihat orang yang biasa mencuri tetapi tahu-tahu si pencuri ini berada di belakang keduanya (nabi Isa ‘alaihi salam dan sahabatnya). 

Ketahuilah bahwa saat membatin dengan mengejek atau menganggap bahwa diri ini seperti orang yang jauh lebih mulia itulah yang disebut dengan ujub. Dan itulah yang terjadi pada diri sahabat nabi Isa ‘alaihi salam. Sehingga Allah ‘menegurnya’ dengan cara Allah memberitahukannya kepada nabi Isa ‘alaihi salam. 

ujub dengan nasab

Dan berikut inilah kelanjutan kisah itu; 

Allah mengetahui semua gejolak dalam hati seorang pencuri yang hendak bertaubat dan menyesali semua perbuatannya, maupun hati sahabatnya yang merasa lebih unngul dan meremehkannya. 

Akhirnya nabi Isa ‘alaihi salam mendapatkan wahyu dari Allah yang menjelaskan bahwa pencuri yang hendak bertaubat tersebut telah diampuni dosa-dosanya karena penyesalannya dan kesungguhannya untuk bertaubat. Sementara sahabatnya, amal baiknya menjadi gugur karena ujub terhadap diri sendiri dan meremehkan pencuri tadi yang sedang menjalani pertaubatannya. 

Oleh karena itu disarankan kepada orang yang mengetahui bahwa dirinya sedang dipuji agar mengucapkan doa: 

اللهُـمَّ لَا تُـؤَاخِذْنِـي بِـمَـا يَـقُوْلُوْنَ، وَاغْـفِـرْلِي مَالَا يَـعْلَـمُوْنَ وَاجْعَـلْنِـي خَيْـرًامِـمَّـا يَظُـنُّـوْنَ. 

“Ya Allah. Janganlah Engkau menghukumku disebabkan pujian yang dia ucapkan, ampunilah aku atas kekurangan yang tidak mereka ketahui. Dan jadikanlah aku lebih baik daripada penilaian yang mereka berikan untukku”. 

Doa ini terdapat dalam kitab Adabul Mufrad, imam Bukhari meriwayatkan dari Abi bin Arthah, dia bercerita, “Dahulu ada seorang sahabat Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam, ketika dia dipuji, dia mengucapkan doa (seperti di atas). 

Ali bin Abi Thalib radliyallahu ‘anhu berkata, “Kekaguman (pada diri sendiri) adalah lawan dari kebenaran dan dia merupakan wabah bagi akal sehat”. 

‘Aisyah binti Abu Bakar Ash Shiddiq radliyallahu ‘anhuma berkata, “Seandainya Al Ajab (ujub) adalah seorang laki-laki, niscaya dia adalah orang yang jahat”. 

Oleh karena itu berhati-hatilah terhadap ujub. Sebab dia seperti bensin yang siap menyemprotkan ke tubuh ini lalu akan menyambar api hingga tubuh ini akan habis terbakar. 

Wallahu a’lamu bish shawaab. 

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button