Akhlak Para Salaf Bag.45b

B. Menghormati tamu

Di atas sudah sedikit disinggung tentang hadits-hadits berkaitan dengan adab-adab dalam bertamu. Yaitu tentang bagaimana saat ahlul bait menyambutnya dan menjamu. Termasuk di sana juga disebutkan tentang larangan agar jangan sampai menyusahkan ahlul baitnya. Apalagi bila sampai menginap hingga lebih dai tiga hari, tentu ini selain merepotkan juga akan membuat privasi ahlul baitnya merasa terganggu.  

Nah berikut adalah ayat Allah yang menerangkan tentang bagaimana para sahabat saat ingin berkunjung ke rumah-rumah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam.  

يَـااَيُّهَـا الَّذيْنَ آمَنُوْا لَا تَدْخُلُوْا بُـيُوْتَ النَّبِـيِّ إِلَّا أَن يُـؤْذَنَ لَكُـمْ إِلَى طَعَامٍ غَـيْرَ نَاظِرِيْنَ إِنَاهُ وَلَكِـنْ إِذَا دُعِيْـتُـمْ فَـادْخُلُوْا فَـإِذَا طَعِـمْتُـمْ فَانْـتَـشِرُوْا وَلَا مُسْـتَئْـنِـسِيْنَ لِحَدِيْـثٍ، إِنَ ذَلِكُـمْ كَانَ يُـؤْذِى النَّـبِـيَّ فَيَـسْـتَـحْيِ مِنكُـمْ، وَاللهُ لَأ يَـسْـتَحْـيِ مِنَ الْحَقِّ، وَإِذَا سَـأَلْتُـمُوْهُنَّ مَتَـاعًـا فَسْـئَلُوْهُنَّ مِن وَرَآءِ حِـجَابٍ، ذَلِكُـمْ أَطْهَرُ لِقُـلُـوْبِكُـمْ وَقُلُـوْبِـهِنَّ، وَمَا كَانَ لَكُـمْ أَن تُـؤْذُوْا رَسُوْلَ اللهِ وَلَا أَن تَـنْكِـحُوْا أَزْوَاجَهُ مِن بَعْـدِهِ أَبَدًا، إِنَّ ذَلِكُـمْ كَانَ عِنْـدَ اللهِ عَظِيْـمًـا. 

Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah-rumah Nabi kecuali bila kamu dizinkan untuk makan dengan tidak menunggu-nunggu waktu masak (makanannya), tetapi jika kamu diundang maka masuklah dan bila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa asyik memperpanjang percakapan. Sesungguhnya yang demikian itu akan mengganggu Nabi lalu Nabi malu kepadamu (untuk menyuruh kamu keluar), dan Allah tidak malu (menerangkan) yang benar. Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isti-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak (pula) mengawini isti-istrinya selama-lamanya sesudah dia wafat. Sesungguhnya perbuatan itu adalah amat besar (dosanya) di sisi Allah. Qs. Al Ahzaab 53. 

menghormati tamu

Pertanyaannya adalah; apakah sekarang ayat ini sudah tidak berlaku lagi? karena Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam sudah meninggal?  

Tentu saja tidak. Setidaknya ayat ini juga bisa dijadikan sebagai adab bagi para tamu yang baisanya bertamu ke rumah para masyayikh (syaikh-syaikh). Sebab ternyata ada yang meyakini bahwa makanan yang dihidangkan dari rumah para syaikhnya itu mengandung keberkahan. 

Ya tentu bagi para syaikh yang hidupnya masih tulus dan lurus, tentu beliau-beliau (para syaikh ini) dalam mencari rezekinya dengan cara-cara yang halal lagi thayib (baik). Sehingga meeka sangat menjauhi rezeki yang dari riba atau kecuangan. Makanya rezekinya memang halal. Tetapi bukan berarti kalau berkunjung ke rumah syaikh harus menunggu sampai dikeluarkan hidangannya, karena alasan kehalalannya yang terjamin itu. 

Wallahu a’lamu bish shawaab. 

Insya Allah berlanjut. 

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button