Akhlak Para Salaf Bag.45a

A. Menghormati tamu.

Berikut ini adalah adab-adab dalam bertamu dan ahlul bait dalam menerima tamu. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda: 

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَألْيَوْمِ الْآخِرِ، فَلْـيُكْرِمْ ضَيْفَـهُ. 

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah dia menghormati tamunya”. Riwayat Bukhari dan Muslim. 

Di atas adalah dalil umum tentang ahlul bait yang akan menerima tamu. Adapun hadits di bawah ini maka Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam lebih memperjelas lagi. 

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ،فَلْيُكْـرِمْ جَارَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْـرِمْ ضَيْفَـهُ جَائِـزَتَـهُ. قَالُوْا: وَمَا جَائِـزَتَـهُ؟ قَالَ: يَوْمٌ وَلَيْـلَـةٌ. قَالَ: وَالضِّيَـافَةُ ثَلَاثَةُ أَيَّـامٍ، وَمَا كَانَ بَعْدَ ذَلِكَ فَهُوَ صَدَقَةٌ. 

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir maka hendaklah dia memuliakan tetangganya. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya dan menjamunya”. 

menghormati tamu

Para sahabat bertanya, “Apa yang dimaksud dengan menjamunya?”. 

Beliau menjawab, “Yaitu (menjamu) pada siang dan malam harinya”. 

Beliau menambahkan, “Bertamu itu selama tiga hari. Adapun selebihnya maka sedekah baginya”. Riwayat Bukhari.  

Sedangkan hadits di bawah ini Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam jauh lebih memerinci lagi, bahkan sampai pada masalah kemampuannya dalam menjamu. 

الضِّيَـافَةُ ثَلَاثَةُ أَيَّـامٍ وَجَائِـزَتُهُ يَوْمٌ وَلَيْـلَةٌ، وَمَا أَنْـفَـقَ عَـلَيْهِ بَعْدَ ذَلِكَ فَهُوَ صَدَقَةٌ, وَلَا يَـحِلُّ لَهُ أَنْ يُـثْـوِيَ عِنْدَهُ حَتَّى يُؤَثِّـمَهُ. قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ، كَيْفُ يُؤَثِّـمَهُ؟ قَالَ: يُـقِـيْمُ عِـنْدَهُ وَلَا شَيْءَ لَـهُ يُـقَـرّشيْـهِ بِـهِ.  

“Bertamu itu lamanya hanya tiga hari tiga malam dan pahalanya sehari semalam. Adapun jamuan yang diberikan kepadanya (tamu) setelah (melebihi waktunya) adalah sedekah. Tidak halal bagi si tamu belama-lama (di rumahnya) hingga menyebabkan di empunya rumah melakukan dosa”. 

Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana mungkin bisa berdosa?”. 

Rasulullah menjawab, “Dia tinggal bersamanya dan tidak memiliki apapun untuk menjamunya”. Riwayat Bukhai dan Muslim.  

Insya Allah bersambung. 

Wallahu a’lamu bish shawaab. 

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button