Akhlak Para Salaf Bag.34A

A. Mereka tidak menggap bahwa mereka paling shalih.

Inilah yang membedakan antara (generasi) salafush shalih dengan kaum yang lain. Yakni ketika yang lain selalu menganggap bahwa dirinya yang paling suci dan paling dekat Allah, atau bahwa dirinay (atau kelompoknya) sebagai wakil atau bahkan sebagai kaum yang dicintai Allah. Tetapi para salafush shalih tidak pernah menganggap bahwa mereka adalah yang paling suci. Mereka hanya selalu berusaha untuk lebih baik dengan cara selalu melakukan instrokpeksi diri; sudahkah mereka (para salafush shalih) sesuai dengan Rasulullah dan para sahabat? 

Bahkan khalifah Umar bin Khaththab radliyallahu ‘anhu pun pernah bertanya kepada orang kepercayaannya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dengan mengajukan pertanyaan, “Apakah ada (keriteria) munafik dalam diriku?” 

anak yang shalih

Abu Bakar Ash Shiddiq radliyallahu ‘anhu juga dalam pidato politiknya ketika dilantik menjadi seorang khalifah, belliau berkata, di antara ucapannya adalah, “Aku (memang) terlahir di antara kalian, dan aku bukanlah orang yang terbaik dari kalian. Oleh karena itu nanti apabila dalam kebijakanku ternyata menyelisihi Allah dan rasul-Nya maka tegurlah aku”. 

Itu artinya bahwa manusia sekaliber Abu Bakar dan Umar saja masih tidak berani mengatakan bahwa dirinya palilng suci atau paling shalih. Padhal keduanya adalah manusia yang sudah dijamin masuk surga.  

فَلَا تُـزَكُّوْا أَنْـفُسَـكُـمْ، هُوَ أَعْـلَـمُ بِمَنِ اتَّـقَى. 

Maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahhui tentang orang yang bertaqwa. Qs. An Najm 32.  

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam juga sudah memberikan isyarat tentang taqwa. Sabda beliau: 

التَّـقْوَى هَا هُـنَـا. 

“Taqwa itu ada di sini”, beliau sambil tangannya menepuk-nepuk di dada beliau sebanyak tiga kali. 

Itu artinya bahwa ketaqwaan itu tidak bisa hanya dilihat dari sisi casingnya melainkan akhlak dan perilakunya. Makanya jangan sampai terkecoh hanya dengan casing. Takutnya nanti bisa kecewa. Bukankah dahulu pada masa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dan sosok yang bernama Abdullah bin Ubay bin Salul? 

Dia adalah tokoh munafik Madinah. Kalau hanya sekedar melihat lahirnya maka dia seperti para sahabat pada umumnya. Dia juga sering shalat di belakang Rasulullah. Bahkan dia (dan kelompoknya) juga membangun masjid. 

Tetapi ternyata mereka membangun masjid tujuannya bukan untuk memakmurkan masjid sebagaimana yang dikehendaki Allah dan rasul-Nya, melainkan ingin membunuh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. 

Wallahu a’lamu bish shawaab. 

Insya Allah berlanjut. 

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button