A. Ketakutan mereka yang besar terhadap gangguan keburukan terhadap ilmu dan amal mereka.
Dalam sebuah majlis ilmu, imam Ahmad pernah ditanya dengan empat puluh pertanyaan. Dan pertanyaan itu sangat rumit.
Mungkin bila pertanyaan itu diajukan pada para guru atau para ustadz yang terkenal hari ini, mungkin akan mereka jawab meski jawabannya tidak sesuai dengan syariat. Apalagi bila majlis itu itu diketahui dishoting dan live.
Sebab untuk menjaga gensi. Masak seorang ustadz atau seorang yang berilmu tidak bisa menajwab pertanyaan.
Hal itu sangat berbeda dengan kebiasaan para salafush shalih. Mereka sangat menjunjung tinggi kejujuran dan ketawadhu’an. Bagi mereka tidak bisa menjawab suatu pertanyaan itu bukanlah aib melainkan mereka jadikan lecutan untuk kembali menuntut ilmu.
Sebagaimana yang terjadi pada diri imam Ahmad bin Hambal. Ya, imam Ahmad bin Hambal pernah (suatu saat) semacam diuji oleh beberapa ulama dan disaksikan oleh banyak orang. Mereka mengajukan empat puluh pertanyaan dan hanya tiga yang bisa dijawab sedangkan selebihnya dijawab dijawab tidak tahu atau LAA ADRI (bahasa Arabnya).

Sungguh imam Ahmad berkata jujur bahwa ketiga pertanyaan yang diajukan itu memang beliau belum tahu, sehingga dijawabnya dengan kata “LAA ADRI atau saya tidak tahu”. Beliau tidak mau berdusta ‘demi menjaga image’.
وَلَا تَـقُوْلُوْا لِـمَا تَصِفُ أَلْسِنَـتُكُـمُ الْكَـذِبَ هَذَا حَلَالٌ وَهَذَا حَرَامٌ لِّتَـفْـتَـرُوا عَـلَى اللهِ الْكَتذِبَ، إِنِّ الَّذِيْـنَ يَـفْـتـَرُوْنَ عَـلَى اللهِ الْكَذِبَ لَا يُـفْـلِحُـوْنَ.
Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta, “Ini halal dan ini haram”, untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung. Qs. An Nahl 116.
Lalu yang dilakukan imam Ahmad berikutnya adalah beliau pergi menuju ke medan ribath (tempat para pasukan Islam berjaga di perbatasan negeri Islam), kemudian bertanya kepada prajurit di sana tentang pertanyaan dari ulama yang tidak bisa dijawabnya. Dan ternyata orang yang berilmu yang ikut terlibat dalam medan ribath itu bisa menjawab pertanyaan yang justru tidak bisa dijawab oleh imam Ahmad.
Namun ternyata jawaban dari orang yang berilmu di medan ribath itu belum memuaskan hatinya imam Ahmad. Maka beliau terjun langsung ke kancah jihad demi menemukan jawaban dari pertanyaan yang diajukan oleh beberapa ulama tersebut.
Dan hasilnya, imam Ahmad benar-benar mendapatkan jawaban yang memuaskan dan sama persis dengan jawaban yang didapatkan dari orang yang berilmu yang ikut dalam medan ribath tersebut.
Jadi ternyata medan jihad adalah juga medan ilmu.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
Insya Allah berlanjut.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
