Dunia dianggapnya tidak penting bagi mereka.
Ketika banyak orang yang berlomba untuk mendapatkan dunia namun ternyata tidak bagi para salafush shalih. Mereka justru takut jika berurusan dengan dunia. Sebab dunia itu seperti lumpur hidup. Sekali seseorang menceburkan dirinya ke dalam lumpur itu niscaya lumpur itu akan menghisapnya sampai dia tenggelam.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda:
مَا الدُّنْـيَـا فِي الْآخِرَةِ إِلَّا مِثْـلُ مَا يَـجْعَـلُ أَحَدُكُـمْ إِصْبَـعَهُ فِي الْيَـمِّ فَلْـيَنْـظُرْ بِـمَـا يَـرْجِعُ.
“Kehidupan dunia (bila) dibandingkan dengan (kehidupan) akhirat itu ibarat salah seorang di antara kalian yang mencelupkan jarinya ke dalam lautan. Maka hendaklah dia memperhatikan apa yang akan dibawanya kembali”.
Pada hadits lain disebutkan, sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam,
لَوْ كَانَتِ الدُّنْـيَـا تَـعْدِلُ عِنْدَ اللهِ جَنَـاحَ بَـعُوْضَةٍ مَا سَقَى كَـافِرًا مِنْـهَـا شَرْبَـةَ مَـاءٍ.
“Seandainya kehidupan di sisi Allah itu senilai dengan sayap nyamuk, niscaya Dia tidak akan memberikan seteguk air pun kepada orang kafir”.

Malik bin Dinar rahimahullah berkata, “Waspadalah sihir, karena dia menyihir hati ulama dan membuat angan-anagn mereka menjauh dari Allah –yaitu dunia-. Yaitu daya sihirnya jauh lebih buruk dari Harut dan Marut; sebab sihirnya ini tidak hanya sekedar memisahkan antara suami dan istri, melainkan dia (sihir –dunia- ini) mampu memisahkan seorang hamba dengan Robbnya”.
Hasan Basri berkata, “Kami pernah mengenal manusia yang mereka memandang dunia menurut mereka dunia itu seperti titipan yang titipkan oleh pemiliknya kepada dirinya (manusia). Sehingga dirinmya menyadari bahwa dirinya bukanlah sang pemilik (hakiki). Sehingga dia dengan ringan akan meninggalkannya dengan ringannya tanpa beban”.
Abdullah bin Mubarak rahimahullah berkata, “Kehidupan dunia itu penjara bagi orang mukmin, dan amal terbaiknya di penjara itu adalah kesabaran dan menahan amarah. Orang mukmin tidak memiliki pemerintahan sendiri di dunia ini, tetapi pemerintahannya tu kelak di akhirat”.
Sebagian dari mereka berkata, “Jika kalian mencari kedekatan dengan Allah, maka buatlah dinding besi anatar dirimu dengan hawa nafsumu”.
Subhaanallah, bila melihat para ulama terdahulu maka terlihatlah bahwa mereka sama sekali tidak pernah sakit. Sebab bagi mereka sama sekali tidak memiliki beban (dunia). Dan mereka juga tidak dengan bersusah payah mengejar dunia sampai merelakan dirinya harus berjauhan dengan Allah Ta’ala.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
