Akhlak Para Salaf Bag.26

Tidak terlalu mengurusi isi dan perabot rumah.

Pada umumnya kebanyakan orang pasti sangat respek terhadap rumah dan isinya. Bila seseorang berkunjung ke rumah saudara atau temannya maka yang pertama dilihat adalah isi perabotan yang ada di rumahnya. Lalu sepulangnya dari rumah saudara atau temannya maka dia akan berkomentar tentang rumah yang dikunjunginya. 

Dan sebenarnya untuk mengetahui seseorang itu seperti apa maka bisa dilihat dari isi perabot rumahnya. Termasuk di dalamnya adalah hiasan-hiasan yang ditempelkan pada dinding yang ada di rumahnya. Dan bahkan hiasan dinding itu terkadang sebenarnya menunjukkan tentang jati dirinya seperti yang ditempelkan pada dindingnya. 

Menurut pandangan kebanyakan orang; semakin banyak tempelan yang ada di dindingnya maka akan semakin nampak PeDelah si pemilik rumah. Seperti piagam, poto-poto kenangan (apalagi kenangan bersama orang-orang terkenal), poto idolanya dan lain sebagainya. 

tidak melihat perabTidak terlalu mengurusi isi dan perabot rumah.ot rumah Tangga orang lain

Oleh karena itu, bagi mereka yang selalu disibukkan dengan isi dan perabot rumahnya, hendaknya memperhatikan hadits berikut ini: 

Dari Anas radlilyallahu ‘anhu, dia berkata, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam menggambar sebuah garis dan bersabda, “Inilah manusia”.  

Lalu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam menggambar sebuah garis di sampingnya dan bersabda, “Dan inilah ajalnya”.  

Kemudian Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam membuat garis lagi yang lebih jauh (dari dua garis sebelumnya) dan bersabda, “Inilah harapan. Jika dia dalam keadaan demikian, maka datanglah kepadanya sesuatu yang terdekat, yang akan menghancurkannya dan mematikannya”. Riwayat Bukhari. 

Ternyata inilah rahasianya kenapa para salafush shalih tidak begitu peduli terhadap isi dan perabot rumah tangganya. Sebab mereka terfokus pada hadits di atas. Yakni bahwa mereka takut jika ketika mereka sedang meralisasikan keinginannya untuk mengisi rumahnya dengan berbagai perabotan yang sebenarnya tidak terlalu urgen, tahu-tahu meninggal. Padahal saat itu bekal untuk akhiratnya masih sangat minim sekali.  

Bukankah di sana Rasulullah shalallahu ‘alaihhi wa salam telah mengatakan dalam sabdanya (yaitu berupa gambar yang bergaris-garis) bahwa pada garis pertama beliau menjelaskan tentang manusia. Kemudian pada garis kedua beliau menyebutkan bahwa itu adalah ajalnya, sedangkan pada garis ketiga disebutkan sebagai harapan manusia. 

Itu artinya bahwa terkadang antara garis yang pertama tidak bisa ketemu, atau garis kedua dengan garis ketiga tidak bisa bertemu.  

Oleh karena itulah para salafush shalih lebih memilih mempersiapkan garis yang kedua, yaknni kematian, daripada harus mengejar harapan yang belum tentunya juga bisa ketemu. 

Wallahu a’lamu bish shawaab. 

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button