Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salambersabda:
مَنْ كَانَتِ الْآخِرَةَ هَـمَّـهُ جَعَـلَ اللهُ غِـنَـاهُ فِى قَلْـبِـهِ، وَجَمَـعَ لَـهُ شَـمْـلَـهُ، وَأَتَـتْـهُ الدَّنْـيَـا وَهِيَ رَاغِـمَةٌ. وَمَنْ كَانَتِ الدُّنْـيَـا أَكْبَـرَ هَـمِّـهِ جَعَلَ اللهُ فَـقْـرَهُ بَيْـنَ عَيْـنَـيْهِ، وَفَـرَّقَ عَلَيْـهِ شَـمْلَـهُ، وَلَـمْ يَـأْتِـهِ مِنَ الدُّنْـيَـا إِلَّا مَا كُـتِبَ لَـهُ.
“Barangsiapa yang mnejadikan akhirat sebagai tujuannya, maka Allah akan menjadikan kekayaan berada di dalam hatinya, dan Allah akan mengumpulkan (memudahkan) baginya urusannya, dan dunia akan mendatanginya dalam kondisi rendah dan hina. Dan barangsiapa yang menjadikan dunia sebagai tujuannya, maka Allah akan menjadikan kemiskinan selalu berada di depan kedua matanya, Allah akan mencerai beraikan urusannya, dan dunia tidak akan mendatanginya kecuali apa-apa yang telah ditakdirkan untuknya”. Riwayar Tirmidzi no. 2465 dan dishahihkan syaikh Al Albani. Lihat Silsilah Ash Shahihah jilid 3 hal 24 no. 950, dan Shahih At Targhiib wat Tarhiib juz 3 hal. 127 no. 3169.

Hadits di atas seharusnya menjadi peringatan bagi kaum muslimin, terutama yang menginginkan kehidupan akhirat sebagai terminal akhir dari kehidupannya. Tetapi hadits di atas pasti akan dianggap angin lalu bila seseorang orientasinya hanya kehidupan dunia saja. Sehingga tidak heran bila hari harinya selalu dihabiskan hanya untuk mengejar dunia dan dia tidak memperhatikan (kehidupan) akhiratnya.
Malik bin Dinar berkata, “Barangsiapa melamarnya dengan dunia, maka dia akan menuntut seluruh agamanya sebagai mahar, dan tidak ada yang dapat memuaskannya kecuali itu”.
Ali bin Abi Thalib radliyallahu ‘anhu berkata:
إِرْتَـحَـلَتِ الْآخِرَةِ مُقْـبِلَـةٌ وَارْتَـحَلَتِ الدُّنْـيَـا مُدْبِرَةٌ، وِلِكُـلٍّ مِنْـهُـمَـا بَـنُوْنٌ. فَكُـوْنُـوْا مِنْ أَبْنَـاءِ الْآخِرَةِ وَلَا تَكُـوْنُـوْا مِنْ أَبْـنَـاءِ الدُّنْـيَـا. فَـإِنَّ الْيَوْمَ عَـمَلٌ وَلَا حِسَـابٌ وَغَـدًا حِسَـابٌ وَلَا عَـمَلٌ.
“Kehidupan akhirat (pasti) akan datang dan kehidupan dunia pasti akan berlalu. Dan setiap kehidupan dari keduanya pasti akan ada generasinya. Maka jadilah kalian anak-anak (generasi yang berorientasi pada) akhirat dan janganlah kalian menjadi anak-anak (generasi yang berorientasi pada) dunia. Karena hari ini adalah hari yang dipenuhi dengan amal dan tidak ada hisab, sedangkan esok hari (di akhirat) adalah hari-hari yang penuh dengan hisab tanpa amal”.
Inilah kalimat indah yang disampaikan menantu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Kalimat yang harus selalu direnungkan agar menjadi generasi akhirat bukan generasi dunia.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
