Akhlak Para Salaf Bag.21B

21. B. Upaya agar tidak menjadi munafik.

Dari ciri-ciri orang-orang beriman di atas setidaknya sudah bisa mendapat gambaran bahwa mereka adalah orang-orang yang komitmen dan seimbang antara ucapan dan tindakan. Hal itu sangat berbeda dengan munafik, yakni antara ucapan dan tindakannya sangat berbeda dan bahkan lebih cenderung berseberangan. Padahal orang-orang beriman kelak akan mendapatkan warisan surga Firdaus sedangkan orang-orang munafik kelak justru akan berada di neraka paling bawah. 

إِنَّ الْمُـنَـافِقِيْـنَ فِى الدَّرْكِ الْأَسْـفَلِ مِنَ النَّـارِ وَلَن تَـجِدَ لَهُـمْ نَصِيْـرًا. 

Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkat yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka. Qs. An Nisaa’ 145.  

Maka tidak jika paa salafush shalih sangat takut bila menjadi munafik atau terjangkiti penyakit munafik. Sehingga mereka selalu saja mawas diri agar tidak menajdi munafik. 

Salah satunya yang pernah dilakukan oleh khalifahh Umar bin Khaththab radliyallahu ‘anhu bertanya kepada sahabat, “Apakah dalam diriku ada tanda-tanda munafik yang engkau lihat?”. 

kafir munafik

Bayangkan, orang sekelas Umar bin Khaththab radliyallahu ‘anhu saja ketakutannya seperti itu. Sebab munafik itu adalah sikap dan itu penyakit hati. Dan itu setidaknya Allah Ta’ala telah memberikan informasi tentang sifat-sifat orang beriman. 

Meski begitu setidaknya seorang mukmin itu selalu baik terhadap tetangganya. Sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam: 

لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُـمْ حَتَّى يُـحِبُّ لِأَخِيْـهِ مَأ يُـحِبُّ لِنَـفْسِـهِ. 

“Tidaklah salah seorang di antara kalian beriman (dengan keimanan yang sempurna) sampai dia mencintai untuk saudaranya apa yang dia cintai untuk dirinya sendiri”. Riwayat Bukhari dan Muslim. 

Pada hadits lain disebutkan: 

وَاللهِ لَأ يُؤْمِنُ، وَاللهِ لَا يُؤْمِنُ، وَاللهِ لَأ يُؤْمِنُ. قَالُوْا: مَنْ يَا رَسُوْلَ الله؟ قَالَ: مَنْ لَأ يَـأْمَنُ جَارُهُ بَـوَاثِـقَهُ. 

“Demi Allah tidak beriman, demi Allah tidak beriman, demi Allah tidak beriman”.  

Para sahabat bertanya, “Siapakah dia, wahai Rasulullah?”. 

Beliau menjawab, Orang yang di mana tetangganya tidak aman dari keburukan-keburukannya”. Muttafaqun ‘alaihi dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu. 

Oleh karena itu setidaknya berbuat baik kepada tetangga itu kunci sebagai bukti apakah dirinya memiliki sifat munafik atau tidak. Yakni ketika tetangganya yang baik tidak merasa terganggu dengan kebebradaannya. 

Wallahu a’lamu bish shawaab. 

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button