A. Sangat takut bila akhir hayatnya su’ul khatimah
Sadarkah bahwa kebanyakan orang ketika berdoa seringnya akhiri dengan doa:
رَبَّـنَـا آتِـنَـا فِى الدُّنْـيَـا حَسَنَةً وَ فِى الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَـا عَـذَابَ النَّـارِ.
Wahai Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan pelilharalah kami dari siksa neraka. Penggalan dari surat Al Baqarah 201.
Maksudnya ya tentu saja agar saat di akhir hayatnya pun tetap dalam kondisi husnul khatimah, bukan su’ul khatimah –na’udzubillah-!
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda:
إِنَّـمَـا الْأَعْـمَـالُ بِالْخَوَاتِـيْمِ.
“Sesungguhnya amalan-amalan (seorang hamba) itu tergantung pada amalan-amalan penutupnya”. Diriwayatkan Bukhari.
Maksudnya, amalan terakhir seorang hamba yang menjadi penutup kehidupannya di dunia.

Dengan begitu doa yang seperti di atas itu tidak hanya sebatas hanya sampai di doa saja melainkan harus diiringi dengan usaha-usaha dan ikhtiar dalam beramal shalih. Baik amal shalih secara lahir maupun batin.
Amal shalih secara lahir tentu ya berkaitan dengan amalan-amalan yang sesuai dengan ajaran dan tuntunan dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Sedangkan amalan batin adalah ikhlas dalam beramal. Sehingga amalannya itu diniatkan hanya untuk mengharap ridha dari Allah Ta’ala semata.
Jangan sampai hanya sekedar cassingnya saja. Yakni secara lahir amalannya memang bagus. Sesuai dengan tuntunan dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam, tetapi amalan batinya ternyata ditujukan bukan mencari ridha Allah melainkan ingin mencari keridhaan selain Allah. Nah ini bisa rusak amalannya.
Selain itu amalan yang sudah dijalaninya itu harus tetap dijaga hingga akhir dalam beramal dan setelah beramal. Jangan sampai ketika (di saat) beramal memang diniatkan hanya untuk mengharap ridha Allah semata, tetapi setelah beramal dia berbangga dengan amalannya lalu dia bercerita tentang amal shalihnya agar manusia lainnya memujinya. Na’udzubillah!
Sungguh ini juga bisa rusak amalannya.
Sungguh Ibnu Qayyim pernah mengatakan bahwa amal itu harus dikawal sejak hendak beramal, saat beramal dan pasca beramal. Ini bertujuan agar amalnya benar-benar Allah terima.
Padahal amalan yang sangat sulit dijaga itu adalah pasca(nya) beramal.
Maka mulailah berlatih untuk selalu memperbaiki hati agar amalannya tidak rusak meskipun amalannya sudah berlalu lama.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
Insya Allah berlanjut.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
