Akhlak Para Salaf Bag.18

18. Sayang kepada yang kecil (junior) dan hormat kepada yang besar (senior).

فَقُـوْلَا لَـهُ قَوْلًا لَّيِّـنًـا لَّـعَلَّـهُ يتَـذَكَّـرُ أَوْ يَخْـشَى. 

“Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan dia ingat atau takut”. Qs. Thaahaa 44. 

Bila melihat beberapa ayat di atasnya (dari surat Thaahaa) ini, Al Qur’an mengkisahkan bahwa Allah telah memerintahkan nabi Musa dan nabi Harun ‘alaima salam agar mendatangi Fir’aun.  

Adapaun ayat sebelumnya adalah sebagai berikut:  

Dan Aku telah memilihmu untuk diri-Ku. Pergilah kamu beserta saudaramu dengan membawa ayat-ayat-Ku, dan janganlah kamu berdua lali dalam mengingat-Ku; pergilah kamu berdua kepada Fir’aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas. Qs. Thaahaa 41-43 

Di sana Allah memerintahkan agar mendakwahinya tetapi dengan ucapan-ucapan/perkataan-perkataan yang lemah lembut.  

Bisa dibayangkan bukan? Berbicara dengan orang kafir saja diperintahkan agar berlemah lembut. Apalagi dengan sesama kaum muslimin bukan? Padahal seluruh kaum muslimin tahu bagaimana Fir’aun terhadap nabi Musa, nabi Harun dan kaum yang mengikuti kedua nabi tersebut. Mereka amat sangat lalim sekali.  

sayang kepada yg kecil hormat kepada senior

Nah di sinilah pentingnya adab dan akhlak. Dan memang sebenarnya dalam Islam itu adab dan akhlak adalah yang terdepan. Bahkan Islam datang itu memang untuk merubah dan meluruskan adab dan akhlak yang tidak baik. 

Maka tidak heran bila imam Ahmad pernah berkata bahwa beliau belajar aqidah cukup hanya menghabiskan dua tahun tetapi beliau belajar adab dan akhlak smapai memakan waktu dua puluh tahun. Luar biasa bukan? 

Oleh sebab itu tidak heran bila kemudian muncul suatu ungkapan bahwa setinggi apapun ilmu seseorang tetapi bila tidak memiliki adab dan sopan santun maka tidak ada gunanya. Sebab ilmunya tidak menghantarkannya pada kedudukan yang tinggi melainkan justru ketiadaan adab dan akhlak itulah membuat dirinya jatuh tersungkur. 

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda: 

إِنَّمَـا بُـعِثْـتُ لِأُتَـمِّـمَ صَالِحُ الْأَخْلَاقِ. 

“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak”. Diriwayatkan Baihaqi dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu. 

Adapun akhlak yang paling berat dilakukan adalah ketika seseorang harus menghormati juniornya. Atau ketika dirinya sudah berada pada tingkatan yang tinggi, menjadi syaikh misalkan, lalu secara tidak sengaja ketemu dengan mantan gurunya waktu kecil dahulu. Terutama guru sewaktu dirinya masih TK. Mungkinkah dirinya msaih menaruh hormat? Sedangkan dirinya saat ini sudah terkenal sebagai syaikh? Inilah ujian yang terberat. Tetapi imam Syafi’i dahulu pernah melaluinya dengan sangat gemilang. 

Sementara itu Ali bin Abi Thalib berkata, “Orang yang palilng ikhlas dan berilmu tentang Allah adalah orang yang mencintai dan menghormati kesucian orang-orang yang mengucapkan Laa Ilaaha Illallah (Tidak ada Tuhan slain Allah)”. 

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button