Akhlak Para Salaf Bag.5

5. Sabar terhadap kelaliman penguasa.

Ini adalah ujian yang berat bagi kaum muslimin saat itu. Yakni sebagaimana yang pernah disabdakan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bahwa sepeninggal Rasulullah kelak, akan ada penguasa muslim yang masih menegakkan syariat tetapi sang penguasa itu juga melakukan kedhaliman kepada sebagian rakyatnya. Ya, sejarah telah mencatat tentang peristiwa-peristiwa itu.  

Sebagaimana yang disampaikan Umar bin Abdul Aziz rahimahullah, beliau berkata, “Sesungguhnya Al Hajjaj Ats Tsaqafi adalah bala’ (ujian) dari Allah akibat satu perbuatan dosa”. 

Lho? 

Iya. Al Hajjaj Ats Tsaqafi adalah seorang panglima pada masa kekhalifahan Bani Umayyah. Namun begitu, ternyata Al Hajjaj Ats Tsaqafi itu sering menumpahkan darah. Sebagaimana dikatakan imam Adz Dzahabi, “Al Hajjaj merupakan orang yang sangat suka berbuat kedhaliman, kejam dan suka menumpahkan darah. Namun dia memiliki keberanian, seorang yang cerdik, fasih berbahasa Arab dan cinta kepada Al Qur’an. Dia memiliki kebaikan yang banyak dalam lautan dosa-dosanya. Kita menyerahkan tentang beliau ini kepada Allah Ta’ala”. 

sabar dan yakin

Inilah adilnya imam Adz Dzahabi dalam menilai Al Hajjaj. Yaitu di sana dikatakan bahwa Al Hajjaj adalah seorang yang sangat mudah menumpahkan darah tetapi dia juga memiliki banyak jasa. Artinya bahwa meskipun Al Hajaj (sebagai penguasa) berbuat dhalim tetapi para ulama saat itu sama sekali tidak melakukan pemberontakan. Sebab dibalik kekejamannya itu Al Hajjaj masih menerapkan syariat Allah. Makanya di akhir komentarnya imam Adz Dzahabi mengatakan, “Kita menyerahkan tentang beliau ini kepada Allah Ta’ala”. 

وَكَـذَلِكَ نُـوَلِّى بَـعْضَ الظَّـالِمِيْـنَ بَعْـضًـا بِـمَـا كَـانُـوْا يَـكْـسِبُـوْنَ. 

Dan demikianlah Kami jadikan sebahagian orang-orang yang dhalim itu menjadi teman bagi sebagian yang lain disebabkan apa yang mereka usahakan. Qs. Al An’aam 129. 

Namun berbeda jika sang penguasanya sudah lalim ditambah lagi tidak mau menerapkan syariat Allah, nah ini tentu musibah. Sebab Allah pasti akan menghancurkan negeri itu nantinya. 

وَإِذَا أَرَدْنَـا أَن نُـهْـلِكَ قَـرْيَـةً أَمَـرْنَـا مُـتْـرَفِيْـهَـا فَـفَـسَقُـوْا فِيْـهَـا فَـحَـقَّ عَـلَيْـهَـا الْقَـوْلُ فَدَمَّـرْنَـا تَدْمِيْـرًا. 

Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya. Qs. Al Isra’ 16. 

Insya Allah berlanjut,,, 

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button