Pada kesempatan lain, Hasan Bashri memberikan nasehat kepada kawan-kawannya agar mereka tetap zuhud terhadap dunia dan selalu berorientasi pada akhirat.
Berikut perkataan beliau, “Wahai anak Adam! Janganlah kalian tertipu dan janganlah merasa aman dari apa yang kamu belum pernah mendapatkan keamanannya. Karena sesungguhnya teror yang paling besar dan hal-hal yang mengerikan itu ada di hadapan kalian dan kalian belum selamat hingga sekarang. Maka kalian harus menempuh jalan itu dan memperhatikan hal-hal itu. Karena hal itu akan menyelamatkan kalian dari kejahatannya dan menyelamatkan kalian dari kengeriannya atau akan menuntun kalian kepada kehancuran. Karena hal itu adalah keadaan yang keras, menakutkan dan penuh peringatan yang menggetarkan jiwa”.
“Karena itu bersiaplah dan larilah dari kejahatannya. Dan janganlah kalian teralihkan oleh kesenangan yang sedikit lagi sesaat. Dan janganlah kalian menunggu-nunggu diri kalian sendiri, sebab kesenangan itu akan segera lenyap dari kehidupan kalian”.
“Maka percepatlah ajal kalian dan janganlah kalian mengatakan, ‘Besok, besok, besok’. Karena kalian tidak tahu kapan kalian akan kembali kepada Allah Ta’ala”. Terdapat pada kitab Hilyatul Auliyaa’ 2/140.

Sungguh ayat Allah dalam surat An Nabaa’ 40 adalah salah satu ayat yang menggetarkan jiwa, bila memang hati itu bersih.
إِنَّـا أَنْـذَرْكُـمْ عَـذَبًـا قَرِيْـبًـا يَـوْمَ يَـنْـظُرُ الْمَرْءُ مَأ قَدَّمَـتْ يَـدَاهُ وَيَـقُوْلُ الْكَافِـرُ يَـا لَيْـتَـنِى كُـنْتُ تُـرَابًـا.
Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (wahai orang-orang kafir) siksa yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuatnya oleh kedua tangannya; dan orang-orang kafir berkata, “Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah”. An Nabaa’ 40.
Bukan hanya itu, Allah Ta’ala juga telah memperingatkan bahwa anak dan harta juga termsuk anugerah tetapi juga bisa menjadi bencana bila tidak bisa mengendalikannya.
اعْلَـمُوْا أَنَّـمَـا الْحَـيَـاةَ الدَّنْـيَـا لَعِـبٌ وَلَـهْـوٌ وَزِيْـنَـةٌ وَتَـفَـاخُـرُ بَّـيْـنَـكُـمْ وَتَـكَـاثُـرٌ فِى الْأَمْـوَألِ وَالْأَوْلَادِ، كَـمَـثَلِ غَـيْـثٍ أَعْـجَـبَ الْكُـفَّـارَ نَـبَـاتُـهُ ثُـمَّ يَـهِـيْجُ فَـتَـرَىهُ مُـصْفَـرًّا ثُـمَّ يُـكُـوْنُ حُـطَامًا، وَفِى الْأخِـرَةِ عَـذَابٌ شَدِيْـدٌ وَّمَـغْـفِـرَةٌ مِّـنَ اللهِ وَرِضْوَانٌ، وَمَا الْحَيَـاةُ الدُّنْيَـا إِلّا مَـتَـاعُ الْغُـرُوْرِ.
Ketahuolah; bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megahan antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada adzab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridlaan-Nya. dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. Qs. Al Hadiid 20.
Setidaknya dari ayat di atas jelaslah bahwa dengan kekayaan yang melimpah dan anak-anak yang banyak maka banyak manusia yang sukanya menghabiskan waktu hanya untuk berbangga-bangga dengan yang dia miliki.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
