Diriwayatkan dari A’masy yang dia mendapatkan dari seseorang yang meriwayatkan kepadanya, dia berkata, Abdullah bin Mas’ud radliyallahu ‘anhu berkata:
لَوْ سَـخَّرْتُ مِنْ كَـلْبٍ ، لَـخَشِيْـتُ أَنْ أَكُـوْنَ كَـلْبًـا. وَإِنِّـي لَأَكْـرَهُ أَنْ أَرَى الرَّجُـلَ فَـارِغًـا: لَيْـسَ عَـمَـلٍ آخِرَةٍ وَلَا دُنْـيَـاَ.
“Seandainya aku menghina anjing, niscaya aku khawatir aku adalah anjing. Dan aku tidak suka melihat seorang laki-laki yang menganggur dan tidak beramal untuk akhirat dan dunianya”. Terdapat pada kitab Siyaru A’laamin Nubalaa’ 1/496.
Masih ingat dengan kisah seorang wanita pelacur yang masuk surga hanya karena dia memberi minuman kepada seekor anjing, bukan? Ya, suatu kisah yang diceritakan langsung oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam sendiri. Yakni kisah yang berikatan dengan empati. Walau dengan seekor binatang yang najis sekalipun, yaitu anjing.

Meski demikian bukan itu yang dimaksud oleh sahabat Abdullah bin Mas’ud radliyallahu ‘anhu. Akan tetapi yang dimaksud beliau adalah masalah waktu. Yaitu; untuk apa sampai rela meluangkan waktu hanya untuk menghina binatang yang bernama anjing?
Apakah karena anjing itu najis apabila disentuh sehingga dengan alasan itu maka harus meluangkan waktu hanya untuk menghina seekor anjing? Padahal pada surat Al Kahfi justru di sana disebutkan bahwa ternyata ada seekor anjing yang ikut bersama ash-habul kahfi. Sementara di surat juga Allah tidak menyebut; bagaimana para pemuda yang datang ke gua itu dalam memperlakukan anjing.
Sebab pada prinsipnya mereka sendiri sudah senang bisa terbebas dari penguasa lalim yang memaksakan agama kepada rakyatnya. Sehingga ketika mereka sampai gua mereka sama sekali tidak terlalu memperhatikan anjingnya. Ya, mereka langsung tidur selama 309 tahun!
Selain itu Abdullah bin Mas’ud radliyallahu ‘anhu juga menyoroti kaum muslimin yang menganggur alias tidak ada pekerjaan untuk masa depannya sendiri. Apalagi orang yang tidak memiliki pekerjaan untuk dunia dan akhiratnya. Sungguh merugi sekali!
وَالْعَصْرِ. إِنَّ الْإنْـسَانَ لَـفِى خُسْـرٍ. إِلَّا الَّـذِيْـنَ آمَنُوْا وَعَـمِلُـوْا الصَّلِحَـاتِ وَتَـوَاصَوْا بِالْحَـقِّ وَتَـوَصَوْا بِالصَّبْـرِ.
Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. Qs. Al ‘Ashr 1-3.
Apalagi bagi pemuda, sungguh sangat disayangkan sekali bila banyak sekali waktu luang yang terbuang sia-sia.
Maka yang harus difahami adalah bahwa yang namanya pekerjaan itu tidak harus sesuatu yang menghasil uang. Melainkan sesuatu yang bermanfaat untuk akhirat.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
