Yunus Ash Shadafi berkata, ‘Aku tidak pernah melihat seorangpun yang lebih cerdas daripada imam Syafi’i. Aku pernah berdebat dengannya pada suatu hari tentang suatu masalah, lalu kami berpisah. Kemudian beliau menemuiku dan memegang tanganku, lalu berkata, “Wahai Abu Musa! Bukankah seharusnya kita tetap bersaudara meskipun kita tidak sependapat dengan suatu masalah”. Terdapat pada kitab Siyaru A’laamin Nubalaa’ 10/16.
Allahu Akbar! Inilah akhlak salafush shalih. Mereka benar-benar telah memberikan contoh yang luar biasa. Meskipun (dirinya) seorang yang berilmu tinggi dan seorang ulama terkenal, namun beliau tetap saja rendah hati dan santun serta mau ‘meminta maaf’ agar tali persaudaraan Islam tetap terjaga.
Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdoa, “Wahai Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Wahai Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang”. Qs. Al Hasyr 10.

Disebutkan dalam sebuah riwayat bahwa Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam pernah duduk di dalam masjid di tengah-tengah para sahabat. kemudian beliau bersabda kepada mereka, “Sekarang akan masuk ke tengah-tengah kalian salah seorang calon penghuni surga”.
Lalu muncullah seorang laki-laki yang bekas air wudhunya masih menetes dari jenggotnya. Kemudian dia mengerjakan shalat dua rakaat dan duduk.
Pada hari kedua, Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam mengatakan hal yang sama kepada para sahabat yang duduk-duduk bersamanya. Dan ternyata yang muncul ya laki-laki seperti yang kemarin. Demikian juga pada hari ketiganya.
Hal ini membuat Abdullah bin Amru penasaran.
Akhirnya Abdullah bin Amru mengikuti orang ini dan menginap di rumahnya selama tiga hari untuk mengetahui keseharian orang ini. Sehingga orang ini memiliki kelebihan dan Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam mengatakan bahwa orang ini akan menjadi penghuni surga kelak.
Namun setelah menginap di rumahnya selama tiga hari, Abdullah bin Amru sama sekali tidak melihat suatu amalan unggulan yang dilakukannya. Sehingga membuat Abdullah bin Amru semakin penasaran.
Maka pada hari ketiga Abdulah bin Amru menginap, dengan memberanikan diri, Abdullah bin Amru bertanya kepada orang tersebut tentang dirinya yang dikatakan Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam akan menjadi penghuni surga namun tidak diketahui amal unggulannya.
Akhhirnya orang tersebut berkata, “Sesungguhnya setiap aku tidur di malam hari, maka dalam hatiku tidak pernah menyimpan rasa khianat dan dengki kepada seorangpun di antara kaum muslimin”.
Abdullah bin Amru berkomentar, “Inilah yang membawamu smapai pada derajat seperti itu, sementara kami tidak mampu meraihnya”.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
