Berurusan dengan Kesalahan Bag.8

Dalam penulisan sejarahnya tentang Qatadah bin Dima’ah As Sadusi, imam Adz Dzahabi berkata, “Beliau adalah hujjah (argumen) menurut kesepakatan ulama. Jika beliau menjelaskan dan menegaskan periwayatannya. Karena sebagaimana diketahui beliau termasuk yang dikenal sebagai ulama mudallas (orang yang melakukan tadlis  =tadlis; secara bahasa adalah menyembunyikan aib dalam hadits dan menampakkan adanya kebaikan secara lahir) dalam meriwayatkan hadits.  

Beliau termasuk orang yang tergelincir dalam takdir. Semoga Allah Ta’ala mengampuninya. Namun demikian tidak satu ulama pun yang meragukan kejujuran, keadilan dan kekuatan hafalannya. Semoga Allah memberi udzur karena demikianlah karakter dasar manusia yang tidak bisa lepas dari kesalahan. Apalagi beliau sendiri telah mengerahkan segenap daya dan upayanya dalam melakukan ijtihad.  

Seorang ulama yang berijtihad kemudian terjatuh dalam kesalahan, maka tetap dia mendapatkan satu pahala. Kemudian para ulama besar yang banyak menepati kebenaran, diketahui pula upayanya dalam mencari kebenaran, keilmuannya yang luas, kecerdasannya menonjol. Dikenal pula keshalihannya, sikap wara’ dan komitmennya terhadap sunnah. Maka ulama dengan karakteristik demikian ini akan diampuni ketergelincirannya dan kita tidak boleh memvonis sesat terhadapnya, merendahkannya serta melupakan kebaikan-kebaikannya.  

imam adz dzahabi

Inilah sikap yang benar, kita tidak boleh mengikuti bid’ah dan kesalahannya serta kita berharap semoga beliau bertaubat darinya”. Terdapat pada kitab Siyaru A’laamin Nubalaa’ 5/271. 

Lihatlah imam Adz Dzahabi ketika beliau menulis sekilas tentang biografinya Qatadah bin Dima’ah As Sadusi ini. Imam Adz Dzahabi sangat adil ketika menuliskan tentang Qatadah bin Dima’ah As Sadusi ini. Yakni beliau tulis (singgung) sedikit tentang kesalahan Qatadah bin Dima’ah As Sadusi ini namun beliau mengatakan bahwa secara umum Qatadah bin Dima’ah As Sadusi ini baik, jujur dan dapat dipercaya untuk ilmu dan urusan hadits. Imam Adz Dzahabi juga (dalam tulisannya) mendoakan semoga Qatadah bin Dima’ah As Sadusi bisa kembali ke jalan yang benar. 

Dan ternyata menurut riwayat memang akhirnya beliau dikabarkan telah kembali kepada pemahaman para salafush shalih. 

Secara umum, Qatadah bin Dima’ah As Sadusi ini; beliau adalah seorang yang buta sejak lahir namun beliau memiliki hafalan yang sangat kuat lagi banyak. Dan menurut imam Adz Dzahabi, Qatadah bin Dima’ah As Sadusi ini adalah Hafidzul Ashr (penghafal di masanya) dan Qudwatul mufassirin wal muhadditsin (suri tauladannya para ahli tafsir dan ahli hadits). 

Beliau adalah seorang tabi’in. Beliau meninggal pada tahun 117 H dalam usia 57 tahun di Wasith karena penyakit tha’un dan dimakamkan di kota tersebut. 

Kepergian beliau membuat kaum muslimin terutama yang tinggal di negerinya begitu sedih karena kehilangan sosok Qatadah bin Dima’ah As Sadusi yang ahli hadits ini. 

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button