Dari Abi Ya’qub Al Madani, dia berkata, ‘Bahwa suatu saat antara Hasan bin Hasan dengan Ali bin Husain ada sedikit masalah. Maka datanglah Ali bin Husain ke tempatnya Hasan bin Hasan yang saat itu beliau sedang duduk-duduk santai dengan kawan-kawannya di masjid. Ali bin Husain tidak meninggalkan sesuatupun kecuali diam seribu bahasa kepada Hasan bin Hasan’.
Abi Ya’qub Al Madani, ‘Hasan bin Hasan diam saja’.
Kemudian Ali bin Husain pergi begitu saja.
Ketika malam tiba, Ali pergi mendatangi Hasan di rumahnya dan mengetuk pintu rumahnya hingga Hasan keluar menemuinya.
Ali berkata kepada Hasan, “Wahai saudaraku! Seandainya perkataanmu itu benar tentang diriku maka semoga Allah mengampuniku. Tetapi jika perkataanmu dusta tentang diriku maka semoga Allah mengampunimu. Semoga kesejahteraan dan rahmat Allah selalu menyertaimu (As salaamu ‘alaikum)”.
Kemudian Ali pun berbalik.

Abi Ya’qub Al Madani berkata, ‘Kemudian Hasan pun mengikutinya dari belakang dan memeluknya sambil menangis hingga Ali merasa kasihan.
Hasan berkata, “Tidak apa-apa. Jangan kembali kepda hal-hal yang tidak engkau sukai”.
Ali berkata, “Engkau terbebas dari apa yang telah engkau katakan kepadaku”. Terdapat pada kitab Shiffatush Shafwah 2/94.
Inilah contoh dari akhlak salafush shalih ketika terjadi suatu perselisihan di antara mereka. Ya, ketika itu terjadi di antara mereka maka tidak ada yang mereka lakukan kecuali pasti mereka akan segera mengakhirinya dengan suatu kebaikan, bukan seperti manusia hari ini, menghabisi orang/teman yang menjadi seterunya. Na’udzubillah!
Cobalah jika diperhatikan dari riwayat di atas, di sana disebutkan ketika (antara) Ali dan Hasan terjadi perselisihan, maka Ali segera mendatangi Hasan (yang saat itu masih di masjid dan sedang duduk-duduk dengan teman-teman lainnya).
Nah karena di sana banyak orang maka Ali membatalkan rencana untuk islah (memperbaiki hubungan di antara mereka berdua). Tujuannya tiada lain agar orang lain tidak mengetahui aib atau perselisihan yang melibatkan Hasan bin Hasan. Supaya Hasan bin Hasan tidak malu di mata mereka.
Dan ketika sendirian, barulah Abi bin Husain mengatakan apa yang hendak dikatakan sebelumnya ketika masih di masjid tadi.
Dan dengan mudahnya mereka berdua saling memaafkan secara tulus.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
